Mengirim dan Tracking email newsletter dengan laravel dan mailgun

Salah satu project terbaru saya adalah membuat sebuah newsletter engine, yang secara garis besar tujuannya adalah memberikan kemudahan untuk para sales / internet marketing untuk mengirim email newsletter kepada para konsumen (ataupun target konsumennya). Konten dari newsletter sendiri akan diambil secara otomatis dari berbagai sosial media.

Salah satu fitur utamanya adalah tentu saja, mengirim email newsletter, dan kemudian melakukan tracking untuk mengetahui berapa email yang terkirim, berapa email yang dibuka atau berapa email yang melakukan klik pada link yang ingin di promoin, ataupun klik link unsubscribe dan juga ‘mark as spam’. Saya menggunakan mailgun untuk email engine nya karena secara out of the box, sudah menyediakan fitur tersebut, dan juga lebih efisien di banding membangun email engine sendiri yang bakal lebih banyak makan waktu dan kemungkinan bakal di tandai sebagai spam oleh provider layanan email adalah sangat besar. Selain itu, mailgun juga sangat di support oleh laravel, PHP Framework yang saya gunakan untuk membangun projek ini. Laravel menyediakan driver untuk mailgun sehingga hanya dengan sedikit konfigurasi, mailgun akan terintegrasi dengan baik pada laravel.

Continue reading “Mengirim dan Tracking email newsletter dengan laravel dan mailgun”

Full-time freelancers

6 bulan lalu saya bergabung dengan sebuah perusahaan lokal dengan klien dari beberapa negara tetangga, mostly australia dan juga dari negara paman sam, ada beberapa hal yang saya suka seperti how they paid me well, and disclipined work hours. Ini penting karena kalau kamu baca pengalaman saya sebelumnya, disiplin jam kerja itu susah, apalagi untuk pekerja remote yang notabene rumah sudah jadi layaknya kantor. Sering kali bisa lupa waktu “pulang”.

Sebenarnya sejak minggu pertama kerja sudah terasa bahwa saya gak akan betah lama, karena ada banyak hal yang berbeda yang saya pikir hal yang wajar, proses move on selalu tidak mudah. Tapi makin kesini semakin banyak hal yang membuat saya merasa bahwa saya gak cocok dengan culture kantor dan ada beberapa masalah yang belakangan muncul dan menjadikan saya fix bertekad bulat untuk resign di awal bulan maret ini tadi.

Continue reading “Full-time freelancers”

1 Tahun bersama PHPStorm

11 februari kemarin lisensi PHPStorm saya telah expired yang berarti sudah 1 tahun saya menggunakan PHPStorm untuk menemani saya bekerja. Saya masih ingat ketika itu masih menggunakan PHPStorm 8 sampai sekarang yang terbaru versi 10 dan sepertinya versi 11 akan keluar 1-2 bulan kedepan.

Sebelumnya saya menggunakan sublime text dan sempet mencoba atom namun waktu itu atom masih buggy banget, saya memang agak pesimis dengan aplikasi yang berbasis HTML, CSS, dan JS lalu di package jadi aplikasi desktop. Sampai akhirnya atas pertimbangan produktifitas saya beralih ke IDE, netbeans dan aptana gak bisa dibilang baik dari sisi tampilan dan performa (agak jadi lambat, typikal aplikasi desktop berbasis java) dan pilihannya waktu itu PHPStorm. Saya putuskan mencoba trial selama 30 hari, yang kemudian tertarik untuk melanjutkan ke full version.

Continue reading “1 Tahun bersama PHPStorm”

Masalah case-sensitive di Vagrant pada OSX

Sebagai programmer, khususnya web programmer sering dong ya masalah dimana sebuah aplikasi yang kamu develop berjalan sempurna di laptop atau komputer mu, kemudian ketika handsoff ke klien atau kamu upload-in ke server mereka, tiba-tiba aplikasi kamu gak works sebagaimana mestinya, dan kamu bakal pakai alasan sejuta programmer, “ditempat saya jalan kok”.

Continue reading “Masalah case-sensitive di Vagrant pada OSX”

Membuat notifikasi packtub free

Kalau kamu sama seperti saya dan beberapa orang yang suka memanfaatkan packtub free ebook yang mana packtub akan membagikan 1 ebook setiap hari, maka kemungkinan kamu mengalami apa yang saya rasakan, dimana mesti buka tiap hari kalau gak mau kelewatan ebook keren yang di gratisin.

Packtub tidak menyediakan notifikasi untuk ebook yang di jadiin gratis setiap hari nya, ada sih di twitter packtub tapi gak tiap hari dan biasanya tercampur dengan tweet dari packtub sendiri. Saya juga sudah mencoba subscribe newsletter packtub, tapi kadang sehari bisa dapet lebih dari 1 email dan isi nya promo semua, tidak ada informasi tentang ebook yang lagi di gratiskan. Saya tidak tahu apakah saya yang miss-information sehingga tidak mengetahui ebook yang di gratiskan tiap hari nya, jadi yang saya lakukan adalah tiap pagi ngebuka website free packtub.

Continue reading “Membuat notifikasi packtub free”

Tentang Kerja Remote

Sebentar lagi tahun 2015 berakhir, dan memasuki januari tahun 2016 berarti saya akan memasukin tahun ke-3 saya sebagai remote worker atau pekerja remote. Awalnya saya belum mengenal kerja remote dan saya masih bekerja onsite di Bandung, iseng aja nanya ke atasan saya “saya boleh kerja dari tempat saya saja di Samarinda?” karena waktu itu saya berpikir, as programmer saya bisa kok mengerjakan dan mengirim source code dan kerja online gak mesti di kantor. Atasan ternyata memberikan ijin namun dengan syarat, mesti 1 tahun dulu onsite dan sudah berkeluarga, dan kebetulan saat itu memang ada rencana untuk berkeluarga di 1 tahun berikutnya, dan akhirnya saya pun memulai sistem kerja yang ternyata sudah lama nge-trend dengan istilah remote working atau kerja remote.

Continue reading “Tentang Kerja Remote”

Membaca dan mengorganisir artikel menggunakan Pocket

Sejak pertengahan 2015 lalu, saya mulai fokus dalam mengembangkan dan menjalankan prinsip Get Things Done (GTD) mungkin karena efek sudah berkeluarga membuat saya mesti bekerja secara efisien dan optimal. Nah topik GTD sangat erat kaitannya dengan produktifitas, manajemen waktu,  lifehack, dan segala macam hal yang akan berujung pada work-life balanced.

Ada banyak hal yang dapat menggangu produktifitas kita saat berkerja, salah satunya adalah gak bisa menahan diri untuk meng-klik dan membaca artikel menarik dari sosial media ataupun sumber informasi lainnya. Yang sering kejadian, ketika lagi browsing mencari resource tiba-tiba dapet artikel menarik, klik, dibaca dan lupa waktu.

Continue reading “Membaca dan mengorganisir artikel menggunakan Pocket”

Mengenal Gulp

Agak telat sih sebenarnya, Gulp uda nge-hype sejak tahun lalu, ditambah lagi saya sebelumnya lebih fokus pada backend development, gak terlalu perhatian dengan tools seperti ini, namun belakangan karena juga banyak bermain dengan CSS dan Javascript, membuat saya mengenal gulp, dan ternyata tools ini sangat menarik dan bisa digunakan cukup luas bukan sekedar untuk para frontend engineer.

Kamu bisa buka website resmi gulp, untuk detail lengkap tentang apa itu gulp, tapi secara singkat dan dalam bahasa saya, gulp adalah tool yang akan membantu kamu secara otomatis melakukan banyak hal, atau sebutan kerennya, automator, task runner. contoh paling gampang, biasanya saya bakal nge-set gulp supaya ketika saya menyimpan sebuah file less, gulp akan melakukan kompilasi menjadi file CSS, lalu akan membuat versi minify nya, semua dilakukan secara otomatis.

Continue reading “Mengenal Gulp”

Pengalaman saya bekerja pada digital creative agency lokal

Sebenarnya saya agak bingung apa sebutan yang lebih tepat untuk “mereka” ini. Beberapa menyebut digital agency, atau juga creative agency, atau digital marketing agency, atau lainnya, tapi setidaknya semua punya kesamaan, kalau di googling “digital agency” pada muncul semua 🙂

Ceritanya selama periode 2012 – 2015 lalu, saya bekerja sebagai web developer pada salah satu software house yang mana kami menjadi vendor untuk beberapa digital agency. Kebanyakan projek yang dikerjakan adalah membangun aplikasi website yang tujuannya untuk mempromosikan brand, produk, ataupun kegiatan dari brand-brand terkemuka di Indonesia.

Continue reading “Pengalaman saya bekerja pada digital creative agency lokal”