Mengenal Gulp

Agak telat sih sebenarnya, Gulp uda nge-hype sejak tahun lalu, ditambah lagi saya sebelumnya lebih fokus pada backend development, gak terlalu perhatian dengan tools seperti ini, namun belakangan karena juga banyak bermain dengan CSS dan Javascript, membuat saya mengenal gulp, dan ternyata tools ini sangat menarik dan bisa digunakan cukup luas bukan sekedar untuk para frontend engineer.

Kamu bisa buka website resmi gulp, untuk detail lengkap tentang apa itu gulp, tapi secara singkat dan dalam bahasa saya, gulp adalah tool yang akan membantu kamu secara otomatis melakukan banyak hal, atau sebutan kerennya, automator, task runner. contoh paling gampang, biasanya saya bakal nge-set gulp supaya ketika saya menyimpan sebuah file less, gulp akan melakukan kompilasi menjadi file CSS, lalu akan membuat versi minify nya, semua dilakukan secara otomatis.

Lanjutkan membaca “Mengenal Gulp”

Pengalaman saya bekerja pada digital creative agency lokal

Sebenarnya saya agak bingung apa sebutan yang lebih tepat untuk “mereka” ini. Beberapa menyebut digital agency, atau juga creative agency, atau digital marketing agency, atau lainnya, tapi setidaknya semua punya kesamaan, kalau di googling “digital agency” pada muncul semua 🙂

Ceritanya selama periode 2012 – 2015 lalu, saya bekerja sebagai web developer pada salah satu software house yang mana kami menjadi vendor untuk beberapa digital agency. Kebanyakan projek yang dikerjakan adalah membangun aplikasi website yang tujuannya untuk mempromosikan brand, produk, ataupun kegiatan dari brand-brand terkemuka di Indonesia.

Lanjutkan membaca “Pengalaman saya bekerja pada digital creative agency lokal”