Review Buku: Stop Thinking Like a Freelancer

Ini adalah review dari buku berjudul “Stop Thinking Like A freelancer” yang ditulis oleh Liam Veitch. Si Om Veitch ini adalah seorang freelance web designer yang tadinya bekerja secara freelance, kemudian jadi karyawan fulltime, kemudian balik jadi freelancer lagi. Berdasarkan pengalaman tersebut, menurut Veitch, kebanyakan freelancer hanya memandang pekerjaannya sebagai “hobi” yang dibayar, bukan sebagai bisnis yang berjalan layaknya sebuah perusahaan. Oleh karena itu, freelancer mesti berevolusi, menaikkan level, agar tidak menghadapi masalah yang sudah sering dihadapi freelancer lainnya.

Di dalam Buku ini Veitch menjelaskan 5 fase evolusi seorang freelancer untuk menjadi “freelancer yang lebih baik”. Saya merangkum 5 fase tersebut sebagai berikut:

Lanjutkan membaca “Review Buku: Stop Thinking Like a Freelancer”

Samarinda Food Delivery Services

Pada waktu acara Telkomsel nextdev kemarin, temen saya sempat bertanya, “nyari dimana nih makanan yang asik disini dan tetep cocok ama lidah orang jakarta?” saya lupa promosiin beberapa delivery services yang ada di samarinda, seandainya beliau tahu, ada banyak layanan antar makanan di Samarinda ini.

Efek gojek di Jakarta sana akhirnya sampai juga di ibukota Kalimantan Timur ini, sama seperti di ibukota sana yang bermunculan xxx-jek lain setelah kehadiran gojek, disini pun kurang lebih sama. Beberapa menawarkan layanan yang sama seperti gojek, mengantar segala macam tumpangan, tapi ada juga yang memilih fokus pada layanan tertentu seperti mengantar makanan saja.

Samarinda punya beberapa layanan food delivery services yang bisa bikin kamu gak perlu bingung cari makan, berikut ini adalah beberapa layanan antar makanan yang saya tahu, kalaupun ada lagi di luar list ini, mungkin karena saya gak gaul atau memang layanan tersebut belum beken.

Lanjutkan membaca “Samarinda Food Delivery Services”

Ngulik WordPress

Beberapa bulan terakhir saya lebih sering dapet project terkait dengan WordPress Development. Mulai dari pembuatan theme simple untuk keperluan re-design suatu instansi sampai pembuatan plugin yang cukup unik dan “menantang” dari sisi development. Saya sendiri gak asing sebenarnya dengan WordPress karena pekerjaan saya di kantor sebelumnya juga full WordPress theme developer. Walaupun ada banyaak bad-mouth tentang WordPress, tapi ya pasar gak bohong, 25% web di dunia pakai WordPress 😉

Salah satu yang lagi saya kerjakan kali ini adalah project yang skala nya cukup besar, atau bisa dibilang yang terbesar yang pernah saya handle pada platform WordPress. Salah satu toko online yang menjual pakaian anak yang cukup famous dengan sales sampai 250 ribu pcs per 3 bulannya (semoga gak salah info), sedang melakukan migrasi dari sistem mereka yang lama (magento) ke WordPress (dengan woocommerce), dan saya bersyukur dapat terlibat langsung pada projek ini. Projek ini bukan sekedar bikin theme, tapi juga meliputi sistem back office, membership, stock inventory dan beberapa hal lainnya yang semuanya dilakukan diatas platform WordPress.  Kebayang bakal dapet pengalaman handling WordPress untuk very high traffic.

Lanjutkan membaca “Ngulik WordPress”

Telkomsel “Nextdev” dan hal lain disekitarnya

Beberapa hari lalu telkomsel mengadakan event tahunan telkomsel next Dev, event yang termasuk keren, karena jarang banget event seperti ini ada di ibukota Kalimantan Timur ini.

Kebetulan salah satu speaker adalah rekan kerja saya, dan beliau juga memutuskan untuk stay beberapa hari di sini. Jadi selama 3 hari kemarin, kita banyak ngobrol dan diskusi berbagai macam hal, kita jadi banyak ngobrol tentang kehidupan startup dan pekerja kreatif. Ada banyak hal yang kita bicarakan mulai dari dapur startup sampai dapur pribadi :D.

Lanjutkan membaca “Telkomsel “Nextdev” dan hal lain disekitarnya”

1 Tahun bersama PHPStorm

11 februari kemarin lisensi PHPStorm saya telah expired yang berarti sudah 1 tahun saya menggunakan PHPStorm untuk menemani saya bekerja. Saya masih ingat ketika itu masih menggunakan PHPStorm 8 sampai sekarang yang terbaru versi 10 dan sepertinya versi 11 akan keluar 1-2 bulan kedepan.

Sebelumnya saya menggunakan sublime text dan sempet mencoba atom namun waktu itu atom masih buggy banget, saya memang agak pesimis dengan aplikasi yang berbasis HTML, CSS, dan JS lalu di package jadi aplikasi desktop. Sampai akhirnya atas pertimbangan produktifitas saya beralih ke IDE, netbeans dan aptana gak bisa dibilang baik dari sisi tampilan dan performa (agak jadi lambat, typikal aplikasi desktop berbasis java) dan pilihannya waktu itu PHPStorm. Saya putuskan mencoba trial selama 30 hari, yang kemudian tertarik untuk melanjutkan ke full version.

Lanjutkan membaca “1 Tahun bersama PHPStorm”