daily

Catatan random harian, kadang tidak begitu penting.

Normal yang seharusnya

New normal, sigh, saya gak suka banget mendengar kata ini. Terkesan berlebihan, seperti seakan-akan tatanan kehidupan berubah sepenuhnya. Saya aware dengan keadaan pandemi, bahkan hitungannya cukup perhatian dan menjaga banget, saya tidak seperti beberapa orang yang menganggap pandemi ini cuma isu-isu elite global. Saya percaya virus ini beneran berbahaya. Walaupun begitu, saya tidak cocok dengan

Ramadhan 1441 H

Seperti diketahui bersama, Ramadhan tahun ini sungguh berbeda. Ramadhan di tengah pandemi, telah merubah aktifitas dan kegiatan umat muslim menjalani Ramadhan kali ini. Sejak pandemi mulai muncul dibulang Maret, saya tahu ini tidak akan berakhir dengan cepat, selain karena merupakan penyakit dengan jenis baru, dan juga tingkat penyebaran yang cepat, pandemi ini menyerang titik vital

Demi Anak

“Demi Anak” adalah sebuah mantra yang paling sering diucapkan oleh orang yang sudah berkeluarga. Mantra yang positif tentunya karena percaya atau tidak, kalimat ini bisa meningkatkan daya juang dan semangat beraktifitas. Malah kadang mantra ini bisa membuat orang lain menjadi maklum dan memberi ijin khusus kepada si pengucap mantra. Tidak bisa disalahkan, semua orang tua

Kapan pandemi ini berakhir?

Karena tentu saja, stay at home itu gak mudah, bahkan untuk saya dan keluarga yang sudah biasa melakukan ini. Sebagai programmer yang bekerja dari rumah sejak 7 tahun lalu, saya sekeluarga memang lebih banyak menghabiskan kegiatan sehari-hari dirumah. Istri saya juga tipe stay at home mom, anak-anak juga belum usia sekolah, jadi makin komplit dan

Nokia 105

3 Minggu lalu smartphone saya hilang, dicuri lebih tepatnya, atas keteledoran saya sayangnya. Itu slot saku yang ada di bawah stir motor jenis matic itu memang bahaya banget, membuat kita terlena atas kemudahan menyimpan barang-barang penting, lalu lupa dan jadi sasaran empuk orang yang lewat. damn. Sampai sekarang belum sempat beli smartphone baru, saya lebih

2019 in reviews

Sudah tahun 2020, sungguh perjalanan yang panjang di tahun 2019, tahun yang bisa dibilang tidak bersahabat dengan kehidupan saya. Kalau ada yang bilang bahwa roda kehidupan kadang diatas, kadang dibawah, tahun 2019 adalah roda terbawah kehidupan saya. 2019 adalah masa dimana saya benar-benar merasa kehidupan gak selalu ada di masa jaya dan baik, ada masa

Social Media Fatigue

Beberapa waktu lalu saya memutuskan untuk menghentikan hubungan saya dengan akses ke sosial media, dalam hal ini Facebook, Instagram dan lainnya. Saya merasakan apa yang dikenal dengan social media fatigue, sebuah keadaan dimana saya sudah lelah, bosan, jenuh dengan kehidupan, lingkaran pertemanan dan informasi yang beredar disosial media. Sebenarnya sudah lama saya ingin melakukan ini,

Halo 2018

Ah, minggu pertama di tahun 2018. Seperti tahun-tahun sebelumnya, saya telah membuat resolusi atau lebih tepatnya goal yang ingin saya capai di tahun ini. Membuat resolusi itu gampang men, masalahnya adalah pada kebanyakan kasus, resolusi hanya berakhir sebagai catatan awal tahun, setelah itu gak kedengaran gemanya hehe.

Berlari tanpa garis akhir

Salah satu isu yang sering dihadapi programmer terutama yang bekerja secara project by project adalah update, penyesuaian atau revisi pekerjaan yang berlalu begitu lama yang bisa sampai berbulan-bulan atau bahkan lebih. Dulu waktu saya masih bekerja pada salah satu software house ada istilah “never ending story” atau ya ibarat lari, lari tanpa garis akhir. Ada

Samarinda Food Delivery Services

Pada waktu acara Telkomsel nextdev kemarin, temen saya sempat bertanya, “nyari dimana nih makanan yang asik disini dan tetep cocok ama lidah orang jakarta?” saya lupa promosiin beberapa delivery services yang ada di samarinda, seandainya beliau tahu, ada banyak layanan antar makanan di Samarinda ini. Efek gojek di Jakarta sana akhirnya sampai juga di ibukota Kalimantan Timur ini, sama seperti di ibukota