Mengirim notifikasi email ketika komentar balasan baru dibuat

Saya baru sadar bahwa ternyata WordPress tidak mengirimkan notifikasi ketika seseorang membalas komentar pada suatu artikel. Admin websitenya sih dapat email notifikasi bahwa ada komentar baru masuk, tapi si pemberi komentar sebelumnya bakal tidak tau kalau ada yang memberikan balasan atau respons pada komentarnya, walaupun yang memberikan balasan adalah si admin website.

Jadi saya buat plugin sederhana yang punya tugas sangat sederhana,  mengecek kalau ada komentar baru masuk yang berupa balasan pada sebuah komentar, maka akan dikirim email notifikasi ke pemilik komentar sebelumnya.

Lanjutkan membaca “Mengirim notifikasi email ketika komentar balasan baru dibuat”

Ngulik WordPress

Beberapa bulan terakhir saya lebih sering dapet project terkait dengan WordPress Development. Mulai dari pembuatan theme simple untuk keperluan re-design suatu instansi sampai pembuatan plugin yang cukup unik dan “menantang” dari sisi development. Saya sendiri gak asing sebenarnya dengan WordPress karena pekerjaan saya di kantor sebelumnya juga full WordPress theme developer. Walaupun ada banyaak bad-mouth tentang WordPress, tapi ya pasar gak bohong, 25% web di dunia pakai WordPress 😉

Salah satu yang lagi saya kerjakan kali ini adalah project yang skala nya cukup besar, atau bisa dibilang yang terbesar yang pernah saya handle pada platform WordPress. Salah satu toko online yang menjual pakaian anak yang cukup famous dengan sales sampai 250 ribu pcs per 3 bulannya (semoga gak salah info), sedang melakukan migrasi dari sistem mereka yang lama (magento) ke WordPress (dengan woocommerce), dan saya bersyukur dapat terlibat langsung pada projek ini. Projek ini bukan sekedar bikin theme, tapi juga meliputi sistem back office, membership, stock inventory dan beberapa hal lainnya yang semuanya dilakukan diatas platform WordPress.  Kebayang bakal dapet pengalaman handling WordPress untuk very high traffic.

Lanjutkan membaca “Ngulik WordPress”

Mengirim dan Tracking email newsletter dengan laravel dan mailgun

Salah satu project terbaru saya adalah membuat sebuah newsletter engine, yang secara garis besar tujuannya adalah memberikan kemudahan untuk para sales / internet marketing untuk mengirim email newsletter kepada para konsumen (ataupun target konsumennya). Konten dari newsletter sendiri akan diambil secara otomatis dari berbagai sosial media.

Salah satu fitur utamanya adalah tentu saja, mengirim email newsletter, dan kemudian melakukan tracking untuk mengetahui berapa email yang terkirim, berapa email yang dibuka atau berapa email yang melakukan klik pada link yang ingin di promoin, ataupun klik link unsubscribe dan juga ‘mark as spam’. Saya menggunakan mailgun untuk email engine nya karena secara out of the box, sudah menyediakan fitur tersebut, dan juga lebih efisien di banding membangun email engine sendiri yang bakal lebih banyak makan waktu dan kemungkinan bakal di tandai sebagai spam oleh provider layanan email adalah sangat besar. Selain itu, mailgun juga sangat di support oleh laravel, PHP Framework yang saya gunakan untuk membangun projek ini. Laravel menyediakan driver untuk mailgun sehingga hanya dengan sedikit konfigurasi, mailgun akan terintegrasi dengan baik pada laravel.

Lanjutkan membaca “Mengirim dan Tracking email newsletter dengan laravel dan mailgun”

1 Tahun bersama PHPStorm

11 februari kemarin lisensi PHPStorm saya telah expired yang berarti sudah 1 tahun saya menggunakan PHPStorm untuk menemani saya bekerja. Saya masih ingat ketika itu masih menggunakan PHPStorm 8 sampai sekarang yang terbaru versi 10 dan sepertinya versi 11 akan keluar 1-2 bulan kedepan.

Sebelumnya saya menggunakan sublime text dan sempet mencoba atom namun waktu itu atom masih buggy banget, saya memang agak pesimis dengan aplikasi yang berbasis HTML, CSS, dan JS lalu di package jadi aplikasi desktop. Sampai akhirnya atas pertimbangan produktifitas saya beralih ke IDE, netbeans dan aptana gak bisa dibilang baik dari sisi tampilan dan performa (agak jadi lambat, typikal aplikasi desktop berbasis java) dan pilihannya waktu itu PHPStorm. Saya putuskan mencoba trial selama 30 hari, yang kemudian tertarik untuk melanjutkan ke full version.

Lanjutkan membaca “1 Tahun bersama PHPStorm”

Masalah case-sensitive di Vagrant pada OSX

Sebagai programmer, khususnya web programmer sering dong ya masalah dimana sebuah aplikasi yang kamu develop berjalan sempurna di laptop atau komputer mu, kemudian ketika handsoff ke klien atau kamu upload-in ke server mereka, tiba-tiba aplikasi kamu gak works sebagaimana mestinya, dan kamu bakal pakai alasan sejuta programmer, “ditempat saya jalan kok”.

Lanjutkan membaca “Masalah case-sensitive di Vagrant pada OSX”