workplace

Artikel terkait freelancing, kerja remote, produktifitas dan prinsip kerja saya

Memantau pegawai yang bekerja secara remote

Ini adalah salah dua dari sekian hal yang sering ditanyakan kepada saya, baik di IRL maupun melalui halaman kontak saya, belakangan muncul lagi pertanyaan ini karena ya momennya saat ini (tahu sendiri, covid-19) dimana keadaan memaksa sebagian orang bekerja secara remote atau juga Work From Home (WFH) Sebelum saya bekerja sebagai freelance, saya dulunya juga

Tentang low budget project

Kalau kamu adalah freelancer atau punya teman seorang freelancer, kamu pasti sering liat joke, meme, atau bahkan beneran curhat terkait low budget project. Biasanya berisi obrolan antara si klien dan si freelancer yang mana si klien memberikan budget jasa pengerjaan suatu pekerjaan dengan sangat minim. Masalahnya adalah, apakah low budget project itu beneran kesalahan klien?

Mengevaluasi jam kerja menggunakan Rescue Time

Bulan lalu saya telah menyampaikan hasil evaluasi menggunakan salah satu aplikasi favorit saya, Toggl (bisa dilihat di sini).  Bisa dibilang hasilnya sesuai target tapi gak sesuai tujuan 🙂 ada banyak waktu yang terasa seperti hilang begitu saja tanpa record. So, bulan februari kemarin saya selain tetap menggunakan Toggl, saya juga menggunakan Rescue Time, sebuah aplikasi

Review Buku: Stop Thinking Like a Freelancer

Ini adalah review dari buku berjudul “Stop Thinking Like A freelancer” yang ditulis oleh Liam Veitch. Si Om Veitch ini adalah seorang freelance web designer yang tadinya bekerja secara freelance, kemudian jadi karyawan fulltime, kemudian balik jadi freelancer lagi. Berdasarkan pengalaman tersebut, menurut Veitch, kebanyakan freelancer hanya memandang pekerjaannya sebagai “hobi” yang dibayar, bukan sebagai

kamu sibuk atau sok sibuk?

Salah satu resolusi saya tahun ini adalah bekerja gak lebih dari 20 jam seminggu. Ide nya, dengan membatasi jam kerja tersebut, saya akan lebih fokus dan mengerjakan apa-apa yang memang worth buat dikerjakan. Idealnya, 20 seminggu itu bisa di capai dengan kerja maksimal 4 jam selama 5 hari, umumnya bakal bekerja senin sampai jum’at dengan