1 Tahun bersama PHPStorm

11 februari kemarin lisensi PHPStorm saya telah expired yang berarti sudah 1 tahun saya menggunakan PHPStorm untuk menemani saya bekerja. Saya masih ingat ketika itu masih menggunakan PHPStorm 8 sampai sekarang yang terbaru versi 10 dan sepertinya versi 11 akan keluar 1-2 bulan kedepan.

Sebelumnya saya menggunakan sublime text dan sempet mencoba atom namun waktu itu atom masih buggy banget, saya memang agak pesimis dengan aplikasi yang berbasis HTML, CSS, dan JS lalu di package jadi aplikasi desktop. Sampai akhirnya atas pertimbangan produktifitas saya beralih ke IDE, netbeans dan aptana gak bisa dibilang baik dari sisi tampilan dan performa (agak jadi lambat, typikal aplikasi desktop berbasis java) dan pilihannya waktu itu PHPStorm. Saya putuskan mencoba trial selama 30 hari, yang kemudian tertarik untuk melanjutkan ke full version.

Lanjutkan membaca “1 Tahun bersama PHPStorm”

Masalah case-sensitive di Vagrant pada OSX

Sebagai programmer, khususnya web programmer sering dong ya masalah dimana sebuah aplikasi yang kamu develop berjalan sempurna di laptop atau komputer mu, kemudian ketika handsoff ke klien atau kamu upload-in ke server mereka, tiba-tiba aplikasi kamu gak works sebagaimana mestinya, dan kamu bakal pakai alasan sejuta programmer, “ditempat saya jalan kok”.

Lanjutkan membaca “Masalah case-sensitive di Vagrant pada OSX”

Membaca dan mengorganisir artikel menggunakan Pocket

Sejak pertengahan 2015 lalu, saya mulai fokus dalam mengembangkan dan menjalankan prinsip Get Things Done (GTD) mungkin karena efek sudah berkeluarga membuat saya mesti bekerja secara efisien dan optimal. Nah topik GTD sangat erat kaitannya dengan produktifitas, manajemen waktu,  lifehack, dan segala macam hal yang akan berujung pada work-life balanced.

Ada banyak hal yang dapat menggangu produktifitas kita saat berkerja, salah satunya adalah gak bisa menahan diri untuk meng-klik dan membaca artikel menarik dari sosial media ataupun sumber informasi lainnya. Yang sering kejadian, ketika lagi browsing mencari resource tiba-tiba dapet artikel menarik, klik, dibaca dan lupa waktu.

Lanjutkan membaca “Membaca dan mengorganisir artikel menggunakan Pocket”

Mengenal Gulp

Agak telat sih sebenarnya, Gulp uda nge-hype sejak tahun lalu, ditambah lagi saya sebelumnya lebih fokus pada backend development, gak terlalu perhatian dengan tools seperti ini, namun belakangan karena juga banyak bermain dengan CSS dan Javascript, membuat saya mengenal gulp, dan ternyata tools ini sangat menarik dan bisa digunakan cukup luas bukan sekedar untuk para frontend engineer.

Kamu bisa buka website resmi gulp, untuk detail lengkap tentang apa itu gulp, tapi secara singkat dan dalam bahasa saya, gulp adalah tool yang akan membantu kamu secara otomatis melakukan banyak hal, atau sebutan kerennya, automator, task runner. contoh paling gampang, biasanya saya bakal nge-set gulp supaya ketika saya menyimpan sebuah file less, gulp akan melakukan kompilasi menjadi file CSS, lalu akan membuat versi minify nya, semua dilakukan secara otomatis.

Lanjutkan membaca “Mengenal Gulp”