1 Tahun bersama PHPStorm

11 februari kemarin lisensi PHPStorm saya telah expired yang berarti sudah 1 tahun saya menggunakan PHPStorm untuk menemani saya bekerja. Saya masih ingat ketika itu masih menggunakan PHPStorm 8 sampai sekarang yang terbaru versi 10 dan sepertinya versi 11 akan keluar 1-2 bulan kedepan.

Sebelumnya saya menggunakan sublime text dan sempet mencoba atom namun waktu itu atom masih buggy banget, saya memang agak pesimis dengan aplikasi yang berbasis HTML, CSS, dan JS lalu di package jadi aplikasi desktop. Sampai akhirnya atas pertimbangan produktifitas saya beralih ke IDE, netbeans dan aptana gak bisa dibilang baik dari sisi tampilan dan performa (agak jadi lambat, typikal aplikasi desktop berbasis java) dan pilihannya waktu itu PHPStorm. Saya putuskan mencoba trial selama 30 hari, yang kemudian tertarik untuk melanjutkan ke full version.

Kalau bicara masalah IDE biasanya bakal banyak yang bilang bahwa IDE itu lamban dan berat. Sebenarnya wajar karena memang tugas nya bukan sekedar sebagai text editor, tapi banyak fitur lainnya. Dan dibandingkan dengan IDE lain, untuk pengembangan web PHPStorm masih lebih ringan dan cepet. Memang gak seringan sublime text atau atom ketika starting up, tapi itu worthed dibanding dengan fitur yang ditawarkan.

Screen Shot 2016-02-25 at 7.54.36 PM
kalau beli PHPStorm, dapet paketan Webstorm juga 😀

PHPStorm memiliki beberapa fitur basic sebuah IDE seperti: FTP client, GIT client, database client, terus ada juga control buat vagrant, composer, npmjs, gulp dan grunt juga. Terus ada compiler buat sass, less dan typescript. Fitur ini saja sudah cukup membuat saya terbantu melakukan banyak hal cukup dari 1 aplikasi saja.

Fitur lainnya seperti auto formatter, ini fitur agak curang sih, membuat kode saya jadi rapi dan sesuai standar so gak bakal acak kadut lagi. Lalu ada fitur function extractor yang membuat function saya jadi lebih ramping dan re-usable banget. Terus juga ada code refactor, membantu saya ketika merubah nama variable, function, class atau bahkan file sekali jalan tanpa kuatir ada yang lupa diganti atau bentrok. Yang paling sering kepake juga built in terminal emulator, fitur yang saya selalu cari duluan ketika nyoba texteditor ataupun IDE, Dan masih banyak fitur untuk mempermudah penulisan kode.

Screen Shot 2016-02-25 at 7.55.51 PM
https://www.jetbrains.com/phpstorm/features/

Paling yang kurang di PHPStorm adalah dari sisi tampilan yang walaupun lebih baik dibanding aplikasi berbasis java lainnya, tetep gak bisa sleek seperti sublime ataupun atom. Agak sedikit kaku dan theme yang tersedia pun terbatas banget. Kalau masalah berat dan sedikit lebih lamban, ini menurut saya resiko yang worthed buat diambil. Saya sedang mempertimbangkan membeli SSD sehingga masalah lamban ini bakal teratasi dengan baik.

Dan setelah 1 tahun, saya masih belum bisa lepas atau beralih ke IDE atau text editor lain, oleh karena itu saya mengintip le halaman update license PHPStorm, dan yuhu karena saya telah menggunakan PHPStorm sebelumnya, maka untuk update license akan kena diskon hampir 50%! Dan belum cukup disitu, saya juga bakal dapet bonus 1 tahun free license di tahun berikutnya!

Screen Shot 2016-02-25 at 8.01.49 PM

Kalau kamu baru beli sekarang, kamu akan dikenai biaya $89 yang rasanya lebih murah $10 dibanding ketika saya beli 1 tahun lalu.

Saran saya, kalau kamu memang uda menggunakan PHP (ataupun pengguna tool frontend modern) sebagai hobi dan pekerjaan utama, recommended banget ini menggunakan PHPStorm untuk koding sehari-hari. Tertarik mencoba? 😀

Suka dengan artikel diatas?

Setiap akhir pekan, saya membuat artikel singkat beserta beberapa link terkait dengan topik freelancing, kerja remote, productivity, modern work and life, self improvement dan juga seputar web development. Tertarik? masukkan email mu pada form dibawah ini:

2 Balasan untuk “1 Tahun bersama PHPStorm”

  1. Ping-balik: Downgrade

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *