Mengevaluasi jam kerja menggunakan Rescue Time

Bulan lalu saya telah menyampaikan hasil evaluasi menggunakan salah satu aplikasi favorit saya, Toggl (bisa dilihat di sini).Ā  Bisa dibilang hasilnya sesuai target tapi gak sesuai tujuan šŸ™‚ ada banyak waktu yang terasa seperti hilang begitu saja tanpa record. So, bulan februari kemarin saya selain tetap menggunakan Toggl, saya juga menggunakan Rescue Time, sebuah aplikasi time tracker yang bekerja secara otomatis, gak perlu diklik, Rescue Time akan mentrack semua kegiatan yang dilakukan di depan laptop maupun pada smartphone.

Sebelum membahas Rescue Time, saya akan menyampaikan dulu hasil tracking menggunakan Toggl. Sebagai catatan, bulan sebelumnya (Januari) total work hours nya adalah 58 jam atau sekitar 2.5 jam kerja perharinya. Berikut adalah hasil record bulan Februari.

Total jam kerja 61 jam lebih, atau dibulatkan menjadi 62 jam. Kalau dibagi dengan 20 hari kerja, maka rata-rata perharinya menjadi 3 jam sekian!. Jadi dibalik misi saya untuk mengurangi jam kerja, bulan kemarin malah bertambah 30 menit-an perharinya,Ā  walaupun ya masih sesuai dengan misi yaitu gak lebih dari 4 jam.

Pertanyaannya, itu beneran “cuma” 61 jam sebulan?

Inilah saatnya Rescue Time beraksi. Berikut adalah total jam saya standby didepan laptop dan smartphone.

Ba dum ts, ternyata saya menghabiskan waktu 145 jam di depan laptop, dan 112 jam memandangi layar smartphone!

Hanya berdasarkan data ini, beberapa hal yang bisa disimpulkan:

  1. Saya menggunakan Toggl hanya di laptop, dan asumsi bahwa saya gak pernah lupa me-mati-hidup-kan timernya, berarti ada 84 jam(145 jam – 61 jam) yang terpakai didepan laptop bukan untuk kerjaan.
  2. 84 jam gak jelas itu bahkan lebih banyak daripada jumlah jam yang dipakai kerja (61 jam).
  3. Asumsi lain bahwa saya tidak menggunakan laptop dan ponsel ketika lagiĀ quality timeĀ bareng keluarga, berarti ada 196 jam (84 jam + 112 jam) sebulan dimana saya ya gak kerja, ya gak juga ngumpul dengan keluarga, dan gak juga lagi tidur. Itu berarti sekitar 7 jam perhari! (196 jam / 28 hari)
  4. Sekarang ditotalin semuanya, berarti ada 257 jam (145 jam + 112 jam) sebulan yang terpakai diluarĀ quality time bareng keluarga, atau sekitar 9 jam lebih dikit perharinya (257 jam / 28 hari). Hasil ini kurang lebih sama dan cenderung lebih banyak dibandingkan dengan waktu yang dihabiskan teman-teman yang bekerja fulltime sebagai tenaga kerja kantoran (8 jam)!

Sebagai programmer yang sudah biasa liat data, saya percaya bahwa data gak bohong, dan berdasarkan data-data dan hasil kalkulasi diatas, bisa disimpulkan saya gak produktif seperti yang saya bayangkan šŸ™

Tentu saja ini hasil yang mengecewakan karena salah satu alasan utama menjadi freelancer yang bisa bekerja secara remote dan jam kerja yang fleksibel adalah untuk bisa menghabiskan waktu lebih banyak bersama keluarga, atau mengerjakan apapun selain “kerja”. Namun ternyata hasil dari evaluasi ini berkata sebaliknya.

Belum cukup sampai disitu, saya mencoba melihat lebih detail kemana sih jam-jam itu terpakai, ini salah satu keuntungan sistem auto tracking dari Rescue Time.

Summary:

So yeah, hanya 25% yang dipakai kerja, selebihnya dipakai buat entertainment, news dan social media. fiuh.

Hmm, jadi ini adalah daftar 10 aplikasi dimana saya menghabiskan waktu paling banyak.

  1. 30% Entertainment ternyata dihabiskan untuk game (Top Eleven, SimCity, dll) dan juga iFlix.
  2. 11% News adalah reddit.com!
  3. 10% Social media tentu saja kombinasi instagram, facebook dan lainnya

3 dari 5 aplikasi yang paling banyak menghabiskan waktu adalah Top Eleven, iFlix dan juga SimCity, ini berarti fix: saya kebanyakan main hape!

Selain itu saya juga gak sadar ternyata aksi “cuma ngintip bentar doang” di Reddit dan Facebook memakan waktu yang lumayan juga.

Berikut rincian berdasarkan perangkat yang digunakan: (sayangnya saya gak ketemu gimana cara melihat keseluruhan list selain top 10)

Jadi begitulah hasil evaluasi saya, ternyata saya gak se-produktif yang saya kira. Untungnya dengan data ini, saya jadi tahu apa saja yang membuat saya gak produktif, menghabiskan banyak waktu, sehingga punya landasan untuk memperbaiki diri.

Data ini juga memberikan informasi bahwa goal saya tahun ini untuk mengurangi jam kerja sesungguhnya salah arah, bukan jam kerja yang menghalangi saya untuk melakukan hal lain diluar kerjaan, tapi efektifitas menggunakan waktu, terutama waktu kerja.

Kamu gimana? sudah mulai menghitung jam yang kamu habiskan tiap harinya?

Download Rescue Time

Suka dengan artikel diatas?

Setiap akhir pekan, saya membuat artikel singkat beserta beberapa link terkait dengan topik freelancing, kerja remote, productivity, modern work and life, self improvement dan juga seputar web development. Tertarik? masukkan email mu pada form dibawah ini:

Satu Balasan untuk “Mengevaluasi jam kerja menggunakan Rescue Time”

  1. Ping-balik: Social Media Fatigue

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *