daily

Kapan pandemi ini berakhir?

dipublikasi pada tanggal: 07/5/2020

Karena tentu saja, stay at home itu gak mudah, bahkan untuk saya dan keluarga yang sudah biasa melakukan ini.

Sebagai programmer yang bekerja dari rumah sejak 7 tahun lalu, saya sekeluarga memang lebih banyak menghabiskan kegiatan sehari-hari dirumah. Istri saya juga tipe stay at home mom, anak-anak juga belum usia sekolah, jadi makin komplit dan ramai lah situasi di rumah.

Kegiatan stay at home ini tentu jadi membosankan. Saya tidak ingat sejak kapan saya dan keluarga mulai menetapkan untuk mengurangi kegiatan diluar rumah terkait pandemi ini, sepertinya pertengahan bulan maret lalu, sudah 1 bulan lebih!

Tentu saja bukan cuma saya yang bosan, ada banyak orang yang mengalami hal yang sama. Lebih parah, ada banyak orang yang terpaksa harus keluar rumah bukan karena bosan semata, tapi karena ya mesti bekerja dan melakukan kegiatan lain yang tidak bisa dilakukan dari rumah.

Kegiatan stay at home ini bukan kegiatan yang mengada-ngada, saya mengerti tujuannya, flatten the curve, mengurangi kecepatan potensi penyebaran virus covid-19 ini. Karena penyebaran virus ini yang begitu cepat, dikhawatirkan akan banyak orang yang tertular dan menyebabkan rumah sakit over capacity, sehingga tidak bisa memberikan pelayanan terbaik kepada yang membutuhkan.

Masalahnya kita tidak pernah tahu kapan pandemi berakhir. Ada banyak pakar dari berbagai bidang melakukan perhitungan, permodelan, penelitian dan kegiatan lainnya untuk memperkirakan kapan pandemi berakhir, dan tentunya tidak bisa memastikan mana yang paling benar sampai benar-benar berakhir.

Dengan ketidak-tahuan tersebut, kita tidak pernah tau sampai kapan harus terus menjalankan kegiatan stay at home ini.

Akan ada masa puncak titik kebosanan dan kesabaran ini. Masyarakat akhirnya akan sedikit demi sedikit longgar dan mengabaikan kegiatan ini. Saat itu terjadi, kita kembali ke sesi awal, kita kembali menjadi target penyebaran virus ini.

Apalagi sekarang bulan ramadhan, lebaran idul fitri sudah didepan sana, saya pun sangat ingin menjalankan kegiatan yang biasa dilakukan di hari kemenangan tersebut. Tapi kalau mengingat akan banyak orang yang saling berkumpul, ditambah dengan puncak kebosanan melakukan kegiatan stay at home, saya jadi merinding sendiri membayangkannya.

Saya pesimis pandemi akan berakhir dalam waktu dekat. Ya, Jakarta sudah menunjukkan perlambatan kasus penyebaran virus covid-19, tapi untuk yang di daerah, jumlah kasus justru perlahan meningkat, dan sebagai orang yang tinggal di daerah, saya cukup kuatir.

Ya, ini bukan akhir dari dunia. Kita bisa melewatinya seperti semua permasalahan yang sudah-sudah. Tidak banyak yang bisa dilakukan untuk melawan penyebaran virus ini, yang bisa dilakukan hanya melakukan pertahanan, dan bertahan itu perlu kesabaran.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *