Setelah mereview bank-bank sebelumnya, tujuannya ya sekaligus memindahkan dana sesuai kebutuhan karena seperti resolusi saya awal tahun ini, saya akan mereview dan merubah porsi investasi saya. Setelah dibagi-bagi, maka berikut adalah persentase pembagian investasi saya: Saham Saham masih menjadi porsi terbesar, walaupun semakin lama melihat dan membaca dan kelihatannya saham Indonesia agak suram, tapi saya masih percaya saham masih bisa memberikan nilai positif. Saham ini sendiri sebenarnya terbagi menjadi 2 kelompok, kelompok pertama adalah saham generasi 1 yang mana hasil investasi saham saya selama ini, yang ya bisa dibilang tidak memberikan return yang baik, tapi memberikan dividen yang lumayan, jadi kemungkinan akan dipantau terus dan tidak akan ditambah malah mungkin…
SelengkapnyaBlog 📝
Mandiri Livin
Lanjut lagi review bank digital lain, setelah Bank Jenius dan Bank Jago kali ini Bank Livin Mandiri. Baru awal bulan ini sih mendaftar jadi nasabah, jadi mungkin belum banyak pengalaman. Sebenarnya untuk daftar dan menggunakan Mandiri Livin (berikutnya kita sebut Livin saja ya), itu mudah bisa full via aplikasi, tapi karena saya kuatir paket pengirim kartu nyasar (karena uda sering bank kirim nyasar), jadi saya minta dikirim kartu ke kantor cabang terdekat, dan ketika saya ambil disana prosesnya beneran seperti bank konvensional dimana mesti ngantri CS, ngisi form ini itu, ngobrol ama CS, sungguh sebuah pengalaman yang sudah lama banget gak saya rasakan karena ya selama ini sudah gak pernah…
SelengkapnyaBank Jago
Lanjutan dari Bank Jenius (baca juga Review Mandiri Livin), sejak beberapa bulan Saya akhirnya mencoba Bank Jago dan menurut saya sih okay saja, yang membuat menarik karena ada banyak integrasi dengan Bibit, StockBit, dan GoPay dan lainnya, tapi ada juga yang menurut saya kurang. Beberapa hal yang menurut saya kelebihan dari Bank Jago. Bebas biaya transaksi dan Bebas Tarik ATM Ini sama sih seperti Bank Jenius, free untuk transfer dan bebas tarik, jadi sangat membantu dan memudahkan dalam penggunaanya. Kantong Tabungan Fitur ini sama seperti Flexy Saver dari Bank Jenius, dimana kita bisa bikin kantong seperti misalnya dana pendidikan, dana kesehatan, dana renovasi rumah, bedanya Bank Jago punya 60! (Jenius…
SelengkapnyaBank Jenius
Sepertinya saya sudah jadi nasabah Bank Jenius itu sekitar 7-8 tahun lalu deh, waktu itu masih belum populer istilah “Bank Digital”, dan kalau gak salah memang tidak ada bank lain yang full digital seperti Jenius pada masa itu. Sebagai “Anak IT” tentunya saya tertarik mencoba, dan akhirnya nyaman dan jadi berhenti dari bank besar Indonesia dan memindahkan semua uang ke Bank Jenius, istri saya juga melakukan hal yang sama, jadi Bank Jenius sebagai bank utama. Jadi anggap saja ini adalah review setelah penggunaan selama durasi itu. (Baca juga: Review Bank Jago dan Bank Mandiri Livin) Ada beberapa ‘fitur’ dan kelebihan yang suka dari Bank Jenius. Flexy Saver Ini fitur yang…
SelengkapnyaGadget Time untuk anak
Sebagai “Anak IT” saya memang gak terlalu sreg dengan memberikan gadget dan membiarkannya berselancar di Internet sesukanya, apapun alasannya. Tapi saya akui saya juga memberikan jatah gadget time atau screen time ke anak-anak saya, masing-masing 1 jam, per hari, biasanya sore hari setelah tidur siang sepulang sekolah. Oh, anak saya ini umur 9 dan 6 tahun. Saya lupa tepatnya kapan ini dimulai, tapi syukurnya anak-anak taat aturan, jadi ya beneran ketika jamnya ya mereka nagih, dan setelah lewat mereka menyerahkan gadgetnya (gadget saya juga sih, yang mereka pinjem). Mereka sempat mempertanyakan, sering malah, kenapa anak lain bisa main suka-suka, bahkan ada yang punya gadget sendiri, jawaban saya dan istri selalu…
SelengkapnyaTaman Ekologis

Playout kali ini kita bermain ke Taman Ekologis, jalan-jalan bentar sekeliling, joging kecil dan ya main-main seputaran situ. Taman ini rasanya gak pernah ramai, selalu sepi, jadi agak leluasa. Sorry, fotonya fokus ke aktivitas bukannya ke Taman Ekologis itu sendiri 😀
Lihat Galeri FotoBattery on MacBook
Sebagai orang yang bekerja minimal banget 8 jam diatas meja kerja, dan menggunakan laptop (MacBook M1 Pro 2021), saya selalu penasaran apakah saya harus mencabut charger ketika sudah hijau dan 100% charged, atau tidak masalah untuk dibiarkan terpasang ke charger selamanya, paling tidak selama 1 hari itu. Jadi seperti biasa, diawali dengan diskusi dengan ChatGPT Jadi ya memang tidak masalah selalu terpasang dengan charger, MacBook punya sistem untuk mengatasi itu. Kamu bisa cek di MacBook mu, apakah setting optimasi baterai sudah aktif atau belum melalui menu Settings > Battery > Battery Health > tekan icon (!). Ya, menu optimasi baterai sudah on.. tapiiii, saya baru tau maximum capacity baterai saya…
SelengkapnyaConsent
Beberapa hari lalu saya joging sore sekeluarga, dan saya mendapati fotografer mengambil foto-foto, bukan cuma saya tapi semua orang yang lari. Lalu saya iseng cari akun IG dan ternyata ada link Google Drive dimana si fotografer menampilkan semua foto yang sudah dipisah berdasarkan tanggal, dan juga sudah diberi watermark. Seperti yang terlihat semua bersifat personal, dimana si objek fotonya jelas si pelari, dan ya saya menemukan foto saya, istri dan anak-anak saya juga di folder tersebut. Gak tau, tapi saya merasa tidak okay dengan semua ini, pertama dan yang paling pasti adalah kegiatan foto ini dilakukan tanpa izin, tanpa bertanya dan tanpa permintaan saya, kedua adalah fakta bahwa direktori ini…
SelengkapnyaHalo, 2025
Okay, balik ke ritual tahunan, review akhir tahun. Tulisan ini adalah series yang sudah dilakukan tiap tahun, tapi biasanya saya juga membuat target untuk tahun berikutnya, kali ini tidak, karena seperti yang sudah-sudah, biasanya akan gagal juga pada akhirnya 😀 jadi mari fokus ke apa yang sudah berlalu saja. Overview 2024 ini waktu berjalan berasa lambat dan cepat bersamaan, saya merasa ada banyak kerjaan dan tugas yang gak beres tapi dilain sisi ada banyak hal yang seharusnya gak dilakuin tapi tetap dilakuin, istilah kerennya procastination, saya merasa melakukan banyak hal, tapi sedikit yang sifatnya esensial. Kerjaan Harus diakui dari sisi pekerjaan kerasa super pressure tahun ini karena kantor merilis sebuah…
SelengkapnyaCocoland

Hari kedua di Kota Balikpapan sebagian besar dihabiskan di… hotel karena ya sebenarnya saya tidak benar-benar libur, masih harus kerja, lalu dilanjutkan pergi ke kompleks eWalk sekedar putar-putar nyari makan dan berakhir di Cocoland, playground bermain untuk anak-anak karena ya tidak lengkap rasanya kalau pada akhirnya tidak mengunjungi playground terutama yang akan susah untuk dikunjungi kembali. Hal yang paling pertama terasa adalah Cocoland yang ada di Balikpapan ini luas sekali, anak-anak kerjaanya lari aja kesana kemari. Tema warnanya juga cerah, hey warna juga mempengaruhi vibe bermain!. Staff-staff nya juga ramah dan baik, wahana permainan juga terlihat terawat, oh dan jenis wahana permainannya juga sebagian besar adalah hal baru untuk kami…
Lihat Galeri Foto