It’s a collection of laminated movie covers with an NFC tag inside. All my son has to do is pick the movie he wants to watch and put it on the NFC reader. Home Assistant will do the rest.

How I Built an NFC Movie Library for my Kids

Menarik sekali, sebagai “software engineer”, saya selalu takjub dengan penerapan software dalam bentuk hardware seperti ini.

Potongan video demo penggunaan video player nya

Go check the site, see the demo and how he made it, it’s cool!

Most of the photos on lnstagram are not social photos, but instead tend towards photos of the world around us.

Also, we’re primarily mobile in experience, we have no web in our DNA as of yet, and for this reason we’ve focused on mobile photos rather than photos in general.

Kevin Systrom on email about Instagram acquisition by Facebook

Obrolan email dari Mark Zuckenberg (FB, of course) dan Kevin Systrom (Instagram) waktu FB mau akusisi Instagram.

Kalau baca bagian pesan dari Kevin Systrom, dapet banget esensi Instagram waktu awal dibuat, tujuannya buat share “dunia sekitar kita”, bukan foto sosial seperti selfie, family, friends dan kegitan sosial lain. It used to be cool photo community!

Di sisi lain, Instagram aslinya, juga fokus sama mobile photos, jadi memang niche sekali.

Sangat jauh berbeda denga Instagram hari ini, to be fair, email tersebut sudah 12 tahun lalu!

Baru sempet nonton keynote LaraconUS dari creator nya langsung. Ada banyak fitur baru dan menarik, tapi yang paling utama adalah Laravel Cloud.

Menurut saya, Taylor gak berlebihan waktu bilang Laravel Cloud adalah impian dari semua programmer, terutama PHP dan Laravel Programmer, karena saya juga pengen banget ada layanan seperti ini, dimana kita bisa shipping atau deploying dengan mudah. Ya, Docker dkk sudah membantu tapi tetap masih mesti setup lain-lain, gak bisa langsung upload dan beres.

Saya sih iri banget sama Vercel deployment, so easy!.

PHP sejatinya adalah salah satu backend language yang gampang untuk dideploy, tapi saya sendiri yakin bisa dibuat lebih gampang, dan sudah ada banyak tools untuk ini. Laravel sendiri punya Forge dan Vapor, tapi saya masih merasa ada yang kurang. Masih bisa di-improve dari 2 tools itu dan tool lain termasuk layanan yang disediakan ‘kantor’ saya.

Saya juga pengen banget ada fitur ini sebagai fitur baru di ‘kantor’ saya, tapi sepertinya dari sisi bisnis gak begitu menarik, padahal liat aja ini ntar Laravel Cloud gimana.

Beberapa hari belakangan ini, para YouTuber yang saya follow kok pada break sih. Pertama itu Becca Farsace, host di The Verge, asik orangnya, suka bahasannya, tapi ternyata doi berhenti dari The Verge karena alasan internal, dan memilih bikin channel sendiri, tapi kan jadi gak punya resources yang besar seperti The Verge.

Terus ada Tom Calton, YouTuber yang suka bahas kamera-kamera yang agak jadul, yang ramah di kantong :), pembawaanya juga asik, tapi memutuskan untuk berhenti juga. Lebih sedih karena salah satu alasan untuk berhenti adalah komentar toksik yang yang cukup memberi efek negatif ke pribadi dan jadi males. Tapi katanya sih bakal balik mungkin dengan konsep yang berbeda, tapi tidak dalam waktu dekat.

Lalu ada Marques Brownlee AKA MKBHD, siapa sih yang gak kenal. Upload video bahwa akan break dalam beberapa waktu kedepan. Tapi ini alasannya cukup keren, karena doi akan fokus ke pertandingan Frisbee internasional, yang mana ya tadi, keren.

Terakhir tadi pagi, Chris Orange, Fotografer senior yang sering bahas teknik fotografi, dan juga bahas kamera FujiFilm, posting video bahwa akan berhenti untuk posting di YouTube, karena pengen lebih fokus fotografi. Tapi menariknya jalur subscription via Patreon masih dibuka πŸ€”

Selain MKBHD, yang lainnya adalah YouTuber yang gak sepopuler MKBHD jadi sepertinya kemungkinan untuk balik kecil banget, mungkin ya memang YouTuber itu perlu effort banget, dan menguras mental juga kali. Kita sih enak ya nonton gratis.

Untuk fans MU, tentu saja ada mixed feelings untuk Scott McTominay, kadang ngeselin, kadang jadi penyelamat, tapi yang pasti doi bermain dengan full efforts, sesuatu yang jarang ada pada pemain lain.

Saya tahu McT datang dari akademi Manchester United, tapi juga kaget karena dia sudah join di akademi sejak umur 6 tahun, kalau ditotal sudah 22 tahun bersama klub! dia bahkan sudah ada di klub sebelum legenda seperti Rooney, Van Der sar, dan lainnya.

Ada romantisasi sendiri untuk para pemain yang sudah ada sejak lama bersama klub, yang sudah ikut dalam naik-turun performa klub, apalagi yang gak punya drama, gak bikin masalah, selalu susah ngeliat pemain tipe seperti ini keluar dan pindah klub.

Go On McTerminator!

The news and social media want you to care about everything. Because if you care, you click.

An argument for logging off

Kadang mending gak tau apa-apa, sosial media dan keadaan sekitar memaksa seakan-akan kita perlu tau semua hal, masalahnya, ada banyak hal yang diluar kuasa kita, jangankan ngurusin yang lain, urusan sendiri aja gak beres-beres πŸ˜€

Oleh karena itu ada banyak hal yang saya gak pengen tahu, dan ikut campur, tapi malah terkesan jadi ignorant

Instead of scanning my surroundings for something relatable to turn into a social media post, I pay attention to blog posts and articles I read on the web.

https://www.chamline.net/social-media-post-brain/

Ha, ini saya banget, terinspirasi setelah membaca beberapa blog lain seperti Pixel Envy dan Daring Fireball, dan prinsipnya sebenarnya sama seperti retweet (atau retweet quote? sudah lupa), dimana melakukan share ulang postingan lain yang menarik dengan menambahkan opini terkait postingan tersebut, sekaligus juga untuk bookmark link menarik yang ketemu di internet.

Saya sampai buat halaman kategori sendiri untuk ngumpulin postingan yang sifatnya ‘retweet’ ini.

Every one of you should have a home on the web not controlled by a billionaire.

https://artlung.com/blog/2024/08/25/post-xoxo-ramble/

Secara teknis, punya blog juga ada di kategori “controlled by billionaire” karena ya server nya masih hosting di tempat orang πŸ˜…

Tapi ya, saya setuju, mending punya “rumah” sendiri, punya aturan sendiri, punya style/tampilan sendiri. Di dunia maya, itu artinya ya punya domain sendiri, punya website/blog sendiri.

Lalu follow orang lain via email newsletter, RSS atau yang sekarang lagi in via ActivityPub, konten nya bisa diatur sesuai interest, gak harus ikut algoritma dan malah bikin echo chamber.

Tapi memang punya website sendiri bukan untuk semua orang, terutama orang yang peduli dengan like, views, emoji.

Fedora is not perfect, but it sits in an interesting spot between LTS distros that you might think of as the most “stable” (because they stick with older packages for many things), and the rolling distros like Arch or Tumbleweed.

Saya setuju dengan /u/RedBearAK

Sebelumnya saya suka dan prefer Linux Mint, karena stabil dan “Just Works”, tapi kadang terasa kaku banget, karena ya tadi mereka prefer stabilitas, jadi gak sering update, beberapa aplikasi sering ketinggalan versi terbaru, dan juga Cinnamon desktop kelihatan jadul.

Fedora juga stabil, mungkin gak seperti Linux Mint, tapi cukup stabil, dan juga cukup update juga.

Ubuntu seharusnya kurang lebih sama seperti Fedora karena rilis cycle nya 6 bulan sekali juga, tapi Snap packages ganggu dan buggy banget, terus rasanya tiap update ada aja masalah muncul.

Tapi bisa jadi juga karena saya masih baru menggunakan Fedora, jadi belum sampai masa rilis baru. Kalau sesuai jadwal, bulan depan akan rilis Fedora baru dan mungkin akan bisa dicoba apakah sama seperti Ubuntu dimana tiap update ada aja masalahnya.