Pagi-pagi baca artikel ini Why I still blog after 15 years
My motivations aren’t dependent on external feedback
It’s important to point out that it’s not external feedback that has kept me going all these years. Yes, of course, it’s nice to get the occasional email with compliments, but that’s just a bonus.I keep this blog for me to write, not necessarily for others to read.
Ini jadi pertanyaan juga, iya ya, kenapa masih nge-post, tiap hari pula. Apalagi kalau mempertimbangkan pengunjungnya juga gak banyak, lebih banyak Bot nya haha.
Jadi kenapa?
Ada beberapa alasan sih, tapi setelah disaring dan dipikir lagi, alasan paling mendasar ya karena saya sepertinya “angkatan tua”, programmer pula, jadi masih merasa blogging masih berarti dan jadi identitas online, dan sebagai programmer saya terbiasa dengan teknologi internet dan bisa custom tampilan seperti yang saya mau, jadi ya sudah masih ‘stuck’ di era itu.
Ya, saya merasa punya blog itu seperti punya profil online yang bisa ditemukan di hutan dunia maya, jadi ya tau “this is me”.
Alternatifnya adalah sosial media, dimana ya masyarakat lebih luas lebih menyukainya, tapi saya gak suka sosial media, karena kontrolnya, karena toksisitasnya, karena algoritma, karena keterbatasannya, saya gak suka.
Itu mengapa saya aktif di blog ini, selain jadi identitas juga jadi pemberitahu bahwa saya masih hidup ni 😀
Tulisannya pun sudah jauh berbeda dibanding keberadaan blog ini awal-awal yang masih penuh ‘daging’ istilahnya, masih ajang show off dan promosi diri sebagai programmer. Tulisan yang belakangan lebih mirip tulisan sosial media sebenarnya, gak begitu penting :D, tapi ya gitu saya merasa perlu tempat untuk menulis dan saya gak mau nulis di sosial media.
Jadi kenapa masih nge-blog? ya gak tau, cuma pengen nulis dan ngeluarin unek-unek atau kadang juga posting foto-foto, dan ya udah lepas aja, ya seperti kenapa orang-orang masih suka nge post di social media, bedanya posting di blog gak ada banyak engadgement, gak viral, dan gak profitable (saya baru inget beberapa sosial media memang menawarkan sejumlah uang untuk postingan viral).
Satu tanggapan untuk “Kenapa nge-blog?”