IHSG lagi kebakaran, sudah dari beberapa waktu belakang, tapi ini sekarang berhari-hari berturut-turut, that’s something!
Cek portfolio saya, ya akhirnya secara total jadi minus juga. Sebenarnya dari beberapa waktu lalu memang IHSG sudah demam labil, tapi secara total portfolio saya masih aman, tampaknya saham-saham yang dibeli tahun lalu jadi penyelamat karena saham-saham yang dibeli tahun ini sudah merah. Tapi setelah berhari-hari merah akhirnya persentase floating loss nya sudah mengalahkan profit, jadi lah minus akhirnya.
Kalau dilihat-lihat sekilas, sebenarnya penyebab IHSG merah ini tidak lain tidak bukan adalah banyaknya dana asing yang keluar, karena biar bagaimanapun dana asing cukup besar di IHSG jadi begitu mereka keluar, dan jualan, otomatis dalam skala besar dan menyebabkan minus.
Dari sisi perusahaannya sendiri sebenarnya gak banyak berubah, bisnis tetap seperti biasa, profit seperti biasa, ya kecuali beberapa yang bersinggungan dengan harga minyak dunia yang ikut naik, atau juga yang bersinggungan dengan transaksi luar negara karena USD yang terus menguat.
Kalau sudah seperti ini, akan selalu ada dua sisi dilema, pertama yang akan follow the money, mengikuti kebanyakan investor terutama asing, jadi kalau mereka keluar ya ikut keluar juga karena saham tersebut akan turun. Tapi ada juga sisi kedua yang opportunist, mumpung dana asing pada keluar artinya saham tersebut dijual dan biasanya turun banyak, maka kesempatan untuk membeli di harga murah.
Tentu saja ada resikonya masing-masing.
Kalau belajar dari yang sudah-sudah, sebenarnya dalam keadaan seperti ini adalah kesempatan yang bagus, saham-saham saya yang bertahan sejak tahun lalu itu adalah saham-saham yang dibeli waktu IHSG lagi low banget karena ya lagi diskon. Secara fundamental dan bisnis juga saham yang dipilih adalah saham dari perusahaan yang sebenarnya gak banyak berubah kegiatan bisnisnya, malah masih mengalami kenaikan pendapatan dan profit, harga sahamnya turun karena ya tadi dana asing yang banyak sedang keluar, bukan karena perusahaan memburuk.
Pertanyaan yang lebih menarik, kenapa dana asing keluar?
Tentu saja saya tidak tahu, tapi salah satu alasan paling simpel yang saya yakini adalah ya karena Rupiah melemah. Pihak asing tentunya memiliki modal dalam bentuk USD, jadi buat apa investasi dan profit besar di IHSG dengan rupiah, yang nantinya kalau diambil balik jadi USD ternyata nilainya menurun?
Selain itu juga dengan ditarik dananya, hold dulu, sampai Rupiah dan USD stabil, mereka bisa balik lagi dengan dana yang sama tapi nilai rupiahnya sudah lebih tinggi.
Jadi ya, selama Rupiah masih gak jelas dan terus melemah signifikan, ya kemungkinan besar investasi lain pun akan ikut susah.
Terus apa yang harus dilakukan? sepertinya lebih banyak wait and see, daripada ikut masuk dan terbawa arus jual, tapi untuk beberapa yang sudah terlewat murah walaupun perusahaanya profit ya mungkin bisa masuk, gak tau juga. 🙂