Gnome

Akhirnya, saya membuat kontribusi pertama ke Gnome Project.

Untuk pengguna Linux mungkin sudah familiar, Gnome adalah desktop environment untuk Linux, menurut saya top 2 paling populer bersama KDE. Tapi saya selalu prefer Gnome, apapun distro linux nya saya menggunakan Gnome karena ya menurut saya lebih sleek, lebih modern.

Saya selalu kepengen untuk ikutan kontribusi, gak cuma Gnome tapi projek open source lain yang sering saya pakai, tapi seringnya issue yang ada terlalu ribet dan makan waktu 😀 jadi perlu effort dan niat banget untuk kontribusi.

Untuk Gnome sendiri ternyata saya sudah lama join dan register di gitlab.gnome.org, tapi saya bingung mau join yang mana karena ya saya gak familiar.

Nah, beberapa hari lalu mereka rilis website baru untuk website utama Gnome, setelah liat-liat saya jadi ingat dan tertarik untuk coba bantu-bantu untuk bagian website saja, karena ya sepertinya cuma bagian website yang saya bisa ikutan join 😀

Jadi ya gitu lah, PR pertama saya bisa dilihat disini https://gitlab.gnome.org/Teams/Websites/www.gnome.org/-/merge_requests/33. PR tersebut untuk benerin top navigation nya, karena ya sebelumnya tidak ada indikator untuk halaman yang aktif.

Sebelumnya, misal lagi ada di halaman “About Us”, tidak ada perubahan di menu navigasi, malah cenderung bug menurut saya karena tag nya berganti jadi <p> sehingga text nya jadi tipis tapi gak cukup berbeda.

Jadi saya update supaya ada sedikit pembeda lah yang bisa menunjukkan bahwa saat ini sedang berada di halaman About Us.

Ya memang, simpel doang 🙂

Sayangnya di akhir waktu si penanggung jawab bagian website mengambil alih PR nya karena ada perubahan kecil dibutuhkan di bagian CSS, jadi diambil alih lalu di merge. Efeknya PR saya jadi di closed, tapi setidaknya usulan saya sudah diterima dan masuk ke website utama Gnome https://www.gnome.org/.

Jadi ya begitu, kontribusi pertama saya ke Gnome.

Tapi ini mengingatkan saya, kontribusi ke open source itu susah bukan hanya dari sisi teknikal, tapi dari sisi prinsip dan individu personal project owner.

Sebagai contoh PR saya tadi, saya merasa halaman aktif tetap perlu link, jadi misal ada di halaman About Us, maka ya menu untuk halaman tersebut tetap punya URL untuk About Us, tapi menurut si project owner, itu gak perlu, itu tindakan dinosaurus (jadul maksudnya), makanya sebelumnya dia menggunakan <p> yang mana menurut saya itu gak standard, tapi setelah ngobrol jadi ambil garis tengah yaitu menggunakan <a> sebagaimana link pada umumnya tapi gak dikasi href url, lah kalau gitu ngapain <a> :/.

Apapun itu, saya cukup seneng bisa bikin ini, masih mantau chatroom komunitas di Matrix, dan masih akan coba kontribusi kalau ada issue-issue lain.