- Gojek dan Grab akan memberikan bonus Lebaran berupa uang tunai kepada mitra pengemudi. Namun, Garda Indonesia tetap berencana demo pada Mei karena bonus tersebut didasarkan pada keaktifan mitra dan menuntut kesamaan besaran bonus.
- Garda Indonesia, yang sebelumnya berdemo pada Februari, menuntut pengurangan biaya aplikasi, khususnya program Aceng (Gojek) dan Slot (Grab) yang dianggap merugikan pengemudi. Program Aceng disebut menetapkan tarif rendah bagi pengemudi sementara konsumen membayar lebih tinggi.
- Pengemudi mengeluhkan sistem Slot Grab dan yang serupa di Gojek membuat akun Reguler sepi order, serta berpotensi mendapatkan order di lokasi yang jauh dari domisili pengemudi.
Saya tertarik dan penasaran dengan berita THR untuk Ojol ini. Karena sebagai orang luar, saya mengerti situasi kedua pihak, baik driver dan provider.
Driver tentu ingin THR, karena ya, siapa yang gak, ya kan?
Provider tentu ingin mengubah THR menjadi BHR (Bantuan Hari Raya), karena ya mereka merasa dan memang sebenarnya, Driver adalah mitra, tidak memenuhi syarat menerima THR seperti kebanyakan karyawan tetap.
Selain masalah kemitraan tadi, menurut saya, gimana cara paling fit untuk menghitung THR seorang driver ojol. THR kan umumnya adalah sebesar gaji 1 bulan untuk pekerja yang bekerja 1 tahun. Bagaimana cara menghitung besaran THR untuk driver ojol yang sistem kerjanya fleksibel dan pendapatan berbeda tergantung keaktifan driver? itu masalah juga.
Lalu pemerintah ikut turun tangan, alih-alih berfokus pada sistem kemitraan dan hak driver, pemerintah fokus ke top of cake, THR. Pemerintah mungkin lupa, nilai THR itu gak kecil, terutama dari sisi perusahaan, kalau disuruh tiba-tiba menyediakan dana dalam waktu dekat seperti ini karena ya menjelang hari raya, ya kacau juga.
Peraturan yang mendadak padahal punya impact besar seperti ini yang saya melihat jadi hal kurang menarik dari sisi investor.
Tapi dari sisi lain, dari artikel diatas, saya juga belajar tentang Aceng dan Slot, yang mana terdengar seperti provider memang mengambil terlalu banyak porsi profit driver, yang mana ini lebih menarik dan worth untuk diperjuangkan jika memang benar.
Secara overall, posisi Driver dan Provider ini memang beneran tipikal love-hate relationship, gak suka, tapi tetap milih bertahan walaupun merasa diperlakukan tidak nyaman.