Well.. setelah IHSG kebakaran (tapi hari ini agak better), dilanjutkan dengan IDR yang makin melemah, hampir Rp17.000!

Mungkin ada yang bilang apa efeknya kalau IDR terus melemah terhadap USD? toh belanja sehari-hari menggunakan IDR.

Well, ya bener belanja sehari-hari menggunakan IDR, tapi agen, pusat dan terus ke level tertinggi penjual, apalagi barang yang sifatnya import seperti perangkat elektronik, mobil, motor, handphone, itu yang masih import, akan jadi semakin mahal.

Pertamina itu tetap melakukan import minyak, berarti belanja minyak pakai USD, dan karena IDR melemah jadi jumlah ongkos yang dikeluarkan secara rupiah lebih banyak, kalau harga modalnya naik, maka ya harga jualnya juga akan naik, ujung-ujungnya, BBM naik, ujung-ujungnya semua-semua jadi ikut naik.

Terus pemerintah dan hampir semua perusahaan besar, BUMN semua punya hutang luar negeri dalam bentuk USD, karena rupiah melemah, maka jumlah hutang yang harus dibayar jadi meningkat bahkan belum termasuk bunga, kalau perusahaan hutangnya meningkat secara faktor eksternal maka ya beban jadi lebih besar dan makin susah beroperasi.

So ya, untuk yang bilang masyarakat tidak dipengaruhi dengan kenaikan USD itu gak sepenuhnya benar, apalagi kalau hampir semua kebutuhan masih import dari luar negeri.