Untuk pengguna Laravel framework, pasti tidak asing dengan nama Livewire, dan mereka baru rilis update baru dengan label versi 4. Bisa dibilang saya bukan fans Livewire, tapi saya mencoba melihat apa saja yang berubah, saya berharap mungkin kali ini akan lebih menarik buat saya.
Kamu bisa baca rilis lengkapnya di:
Setelah membaca keseluruhan, ternyata masih sama, Livewire bukan selera saya.
Kalau melihat di laravel-news, fitur pertama Livewire 4 yang mereka tulis adalah: view based components.
View-based components
The most visible change in Livewire 4 is how you write components. Instead of bouncing between a PHP class and a Blade file, you can now put everything in a single file:

Saya tidak habis pikir dengan “fitur” ini, jika melihat potongan kode ini, saya jadi teringat tentang bagaimana saya belajar koding PHP pertama kali di tahun 2008, dimana saya meletakkan php logic, html template, css style dan javascript dalam 1 file, waktu itu istilahnya adalah “chaos”, kacau, acak, sampai akhirnya belajar separation of concern, MVC, logika normal melihat kode berhamburan.
Tapi sekarang di 2026, gaya menulis seperti ini balik lagi dengan istilah yang keren “view based component”. 🫠
Oh jangan kuatir, supaya terlihat modern, untuk “view based component”, Livewire akan menggunakan emoji petir sebagai file name nya, contoh: “⚡profile.blade.php”.

🫠 Gak tau deh itu di CLI gimana aksesnya.
Fitur berikutnya:
Scripts and styles
Component JavaScript and CSS now live alongside your components. Add
<script>and<style>tags directly in your template:
Eh gimana-gimana? masukin CSS dan JS ke template dihitung sebagai fitur? 🤯
Gak fair memang karena saya hanya cherry-picking fitur yang aneh saja dibanding dengan banyak fitur lain yang sepertinya lebih keren, berguna dan powerful. Walaupun pada akhirnya saya tetap tidak melihat hal yang menarik.
Tanpa mengurangi rasa hormat kepada pembuat dan para pengembang Livewire, sesungguhnya Livewire itu inovatif terutama untuk PHP developer, supaya bisa membuat aplikasi yang reaktif tanpa harus menggunakan javascript.
Hanya saja berdasarkan contoh potongan kode yang ada, livewire hanya menambah tambahan beban ke developer. Mungkin niatnya livewire supaya programmer feel like home karena tidak harus belajar javascript, tapi malah jadinya mesti buka dokumentasi Livewire terus karena ya terlalu banyak magic disana.
Satu hal lagi skill Livewire itu non-transferable. Maksudnya ketika kamu belajar dan mendalami Livewire, skill tersebut hanya bisa diaplikasikan jika projek yang kamu kerjakan menggunakan Laravel. Di luar ekosistem Laravel, Livewire jadi tidak berguna. Masalahnya: Laravel sendiri porsinya bukanlah market leader. Di ekosistem PHP sendiri ada banyak framework lain, contohnya Symfony. Malah Pengguna Laravel sendiri belum tentu menggunakan Livewire (contoh: saya). Lebih parah lagi, PHP sendiri bisa dibilang gak seksi lagi, kebanyakan programmer baru lebih memilih Javascript yang lebih trend, atau Go, atau Python sekalian untuk data science dan AI. Jadi pasar yang akan menggunakan skill Livewire sangat niche.
Kalau memang mau membuat fitur reaktif atau interaktif tapi belajar Javascript dirasa ribet, mending cobain AlpineJS, library JS dibuat orang yang sama yang bikin Livewire, lebih mudah dan simpel. Ada juga HTMX, keduanya lebih mudah karena fokus pada ui reactivity, jadi tidak terlalu mengganggu programming logic dan alur kerjamu, terus juga ya transferable, keduanya bisa dipakai di luar Laravel dan bahkan di luar PHP.