Kata “AI”…

By all means, prompt AI. But don’t just relay the output. Read it, understand it, validate it, and then write a response in your own words (a decent certificate that you’ve done the prior steps). Making that effort is value you can add.

https://gruhn.me/blog/2026-08-03

Ini makin sering kejadian dan diberbagai level, khususnya untuk kerjaan apalagi developer zaman sekarang.

Sebenarnya oke-oke saja untuk menggunakan AI, tapi yang bersangkutan mesti siap dan bertanggung jawab ketika ditanya kenapa melakukan itu, contoh: prompting AI untuk generate code, lalu pas ditanya kenapa harus bisa jawab dan menjelaskan tiap kode tersebut, itu yang dinamakan bertanggung jawab dan dewasa.

Tanpa pemahaman itu, kamu cuma sekedar proxy, penyeranta antara orang yang beneran kerja dengan si AI, singkatnya ya kalau cuma tanya dan minta ke AI kenapa harus tanya kamu, ini yang menyebabkan “AI mengambil alih kerjaan profesional”, ya karena orang tersebut menyerahkan semuanya ke AI dan jadi tidak punya kontribusi dan peran apa-apa.

Orang-orang mesti ingat, AI itu bukan mesin 100% bener, kadang salah, kadang berlebihan, kadang gak jelas, jadi gak bisa cuma bilang “Kata AI sih..” terus selesai tanggung jawab, gak bisa gitu, mesti di review, dan ketika kamu menyerahkan hasil dari AI, maka tugas kamu yang memverifikasi data tersebut, gak bisa asal lempar output terus kalau di tanya balik, di teruskan balik ke AI, sekali lagi: itu membuat kamu tidak punya peran apa-apa.