ā€œSurprisingly, we find that when developers use AI tools, they take 19% longer than without. AI makes them slower. (…) This gap between perception and reality is striking: developers expected AI to speed them up by 24%, and even after experiencing the slowdown, they still believed AI had sped them up by 20%.ā€

Source: https://newsletter.pragmaticengineer.com/p/cursor-makes-developers-less-effective

Dalam kurung waktu 3-4 bulan terakhir saya juga hampir bisa dibilang selalu menggunakan dan terbantu dengan AI Agent dengan berbagai macam tools, seperti Cursor, Windsurf, Copilot, Claude Code, dan coding agent kecil lainnya.

Pengalaman saya ya AI Coding Agent beneran ngebantu kok, beneran mempercepat, tapi ya bener juga bahwa gak sebanyak itu efeknya.

Iya bener Agent akan ketikin kodingnya, tapi sebagai developer saya tetap membutuhkan waktu untuk prompt yang baik, nunggu proses, validasi hasil koding, ngulang lagi kalau ternyata gak sesuai, dan seterusnya. Belum lagi efek negatif lainnya seperti distraksi karena ya sambil nunggu Agent saya sambil beralih lihat obrolan lain di grup, atau kadang baca website, sosmed juga kadang, atau nulis blog seperti saat ini 🤭

Tapi kalau untuk projek personal seperti beberapa yang saya buat di labs.yogasukma.com, AI agent sangat membantu karena ya saya cuma ngeluarin ide, Agent ngetik, dan saya gak validasi karena ya yang penting jalan šŸš€.

What is Dynamic Range?
Let’s start with a real world problem. Before smart phones, it was impossible to capture great sunsets with point-and-shoot cameras. No matter how you fiddled with the dials, everything came out too bright or too dark.

Dynamic range simply means, “the difference between the darkest and brightest bits of a scene.” For example, this foggy morning is an example of a low dynamic range scene, because everything is sort of gray.

Before we move on, we need to highlight that the HDR problem isn’t limited to cameras. Even if you had a perfect camera that could match human vision, most screens cannot produce enough contrast to match the real world.

https://www.lux.camera/what-is-hdr

Artikel bagus mengenai penjelasan HDR, masalah, dan tantangan untuk memberi dan menampilkan sebuah foto HDR.

Untuk saya pribadi, HDR ini memang sudah lama ada sebagai ‘fitur’, biasanya pada smartphone, dikasi menu HDR untuk menampilkan gambar yang.. ‘high’ lah. Tapi seringnya saya malah terganggu, hasil fotonya terkesan over realistik, over detail, terlalu tajam, silau dan jadi terkesan ganggu, dan ternyata ya memang itu adalah salah satu masalah dari HDR, dan kebanyakan juga tidak ada opsi untuk meningkatkan atau menurunkan efek HDR ini jadi ya gitu, seringnya malah ganggu.

Setelah lihat penjelasan dan hasil menggunakan dan tanpa HDR, kok saya lebih yang tanpa HDR alias SDR ya, lebih artsy.

Movie night kali ini adalah sebuah film yang agak lama, rilis tahun 2012, Looper. Tema utamanya adalah time travel, dimana plot utamanya adalah kelompok kejahatan di masa depan mengirim seseorang ke masa lalu (sekarang) untuk dieksekusi.

Saya dulu sekali pernah nonton ini dan menarik, karena ya saya selalu suka dengan tema time travel, dan Looper ini penganut time travel 1 dimensi, dimana merubah masa lalu akan merubah masa depan, ini teori paling simpel yang juga dipakai film seperti Back To The Future.

Endingnya agak bikin pertanyaan sih, big gambling banget, bagaimana kalau ternyata asumsi karakter utama yang mengakibatkan kejahatan di masa depan salah, mungkin ada alasan lain, jadi percuma dong. Tapi ya gitu tentu saja alasan tersebut lebih dramatik.

skor 3.5 dari 5, hampir 4 artinya layak untuk koleksi yang mana memang iya, saya koleksi, tapi beberapa plot hole yang bikin kepikiran kalau pas nonton ulang, yang tapi kalau dipikir-pikir lagi, make sense, saya jadi bingung sendiri.

Haha, kreatif banget ini.. Netflix nge-hire Reza Rahardian untuk promosi-in film yang gak ada Reza nya, tapi dilakukan dengan tetap menghormati Reza (ya iya lah), ini namanya embrace the meme. šŸ˜€

Sudah gitu dibuat beneran lagi kategori baru di Netflix dengan nama “Film yang gak ada Reza-nya” šŸ™‚

Ha, seri ke 3 dari Now You See Me movie, akhirnya menggunakan judul “Now You Don’t” yang sudah sejak lama jadi gurauan karena harusnya seri ke 2 sebelumnya menggunakan nama ini, tapi malah tidak digunakan dan sekarang malah muncul seri ke 3 dan baru dipakai nama ini.

Saya suka 2 seri film sebelumnya, menikmati sih, walaupun ya sudah tipis perbedaan antara pesulap dan penyihir karena beberapa trik “sulap” sangat tidak masuk akal dan cuma jadi bahan penguat plot.

Ya iya sih, namanya juga film, ya wajar kalau gak masuk akal, tapi terlalu banget, oh vibe-nya sama seperti nonton seri Too Fast Too Furious, terlalu over power.

Walaupun begitu, ini tipe film yang ya sudah tonton dan nikmati, saya akan nonton, tapi mungkin gak di bioskop.

Mammoth WVHĀ is an AmericanĀ rockĀ band formed and fronted byĀ Wolfgang Van Halen. The band name is a reference to both Wolfgang’s initials andĀ Mammoth, an earlier band that featured his fatherĀ EddieĀ and uncleĀ AlexĀ prior to formingĀ Van Halen. Wolfgang formed Mammoth WVH initially as a solo project while he was still a part of Van Halen, but became his full-time band afterĀ their disbandmentĀ in 2020 as a result of Eddie’s death. To date, the band has released two albums:Ā Mammoth WVHĀ (2021) andĀ Mammoth IIĀ (2023)

My new favorite band! mantap.

KUALA LUMPUR: The depreciation of the Indonesian rupiah to a record low has resulted in an increase in the number of Malaysian tourists visiting the country.

The more stable exchange rate of the ringgit has provided an opportunity for Malaysians to travel to the republic, with lower costs for hotels, food, and transportation.

https://www.nst.com.my/news/nation/2025/04/1204160/malaysians-flock-indonesia-rupiah-drops

Pergi ke Indonesia karena rupiah depresiasi jadi apa-apa murah, bahkan untuk negara tetangga.

Ketemu website ini https://tradingeconomics.com/currencies?quote=idr

Berdasarkan data itu, tampaknya menabung mata uang asing apapun, kecuali memang mata uang dari negara bermasalah, maka hasilnya lebih menguntungkan dibanding menabung rupiah.

Kalau pengguna bank J biru, itu bisa buka tabungan mata uang asing 9 negara tanpa dikenai biaya, dan berikut adalah 9 mata uang asing tersebut plus return secara YoY terhadap rupiah per hari ini (21/04/2025)

  • Dolar Amerika Serikat (USD): 3.37%
  • Dolar Australia (AUD): 3.31%
  • Dolar Hong Kong (HKD): 4.54%
  • Dolar Singapura (SGD): 8.14%
  • Euro (EUR): 11.88%
  • Poundsterling Inggris (GBP): 12.00%
  • Yen Jepang (JPY): 13.85%
  • Yuan Tiongkok (CNY): 3.01%
  • Baht Thailand (THB): 14.25%

Seriously, beberapa malah 2 digit gitu.

Baht thailand menguat hampir 15% terhadap rupiah, belum termasuk Ringgit Malaysia yang juga sekitar 13% yoy tapi sayangnya gak ada di Bank J biru.

Duh, sedih banget ini Rupiah, disimpan tapi malah depresiasi gitu.

Nice infografis dari Katadata https://katadata.co.id/infografik/6803285a74840/komik-berburu-cuan-dari-investasi-emas

Emas memang lagi in banget sejak sebelum lebaran, bukan cuma retail atau warga kecil tapi memang secara internasional lagi memperbanyak stok emas (sayang saya gak simpen link beritanya).

Tapi gak tau apakah bijak ikut FOMO disaat seperti ini? lagi naik-naiknya ikutan berburu malah kena harga pucuk gak sih.

Di lain sisi, saya gak merasa emas sebagai investasi untuk “berburu cuan”, yang ada sepertinya Rupiah yang kian melemah, jadi emas kerasa naik, selain ya memang lagi naik karena FOMO ini.