Telkomsel “Nextdev” dan hal lain disekitarnya

Beberapa hari lalu telkomsel mengadakan event tahunan telkomsel next Dev, event yang termasuk keren, karena jarang banget event seperti ini ada di ibukota Kalimantan Timur ini.

Kebetulan salah satu speaker adalah rekan kerja saya, dan beliau juga memutuskan untuk stay beberapa hari di sini. Jadi selama 3 hari kemarin, kita banyak ngobrol dan diskusi berbagai macam hal, kita jadi banyak ngobrol tentang kehidupan startup dan pekerja kreatif. Ada banyak hal yang kita bicarakan mulai dari dapur startup sampai dapur pribadi :D.

Anyway, saya jadi teringat dengan beberapa artikel yang sudah saya save di pocket dan sangat terkait dengan apa yang kami bicarakan. Sangat oke banget buat dibaca weekend ini.

Programmer suka banget koding, tapi masalahnya kebanyakan adalah ya sekedar koding atas dasar tuntutan pekerjaan. Kebanyakan kode yang di ketik gak punya impact buat orang banyak, atau bahkan fail dan gak pernah di publish, dilihat apalagi dimanfaatkan oleh orang lain. Jeff Atwood punya artikel bagus yang membahas ini.

Selain menanamkan pemikiran koding untuk memberikan manfaat kepada orang banyak, temen saya juga cerita tentang pentingnya merubah mindset programmer supaya gak melulu dari sisi teknis, tapi juga dari sisi lain seperti dari sisi bisnis. Ian landsman punya 10 tips merubah mindset dari programmer menjadi entrepreneur.

Oke kamu mulai muncul jiwa Entrepreneur, dan pengen punya produk sendiri, tapi kamu dan jutaan orang lainnya, bingung mau bikin apaan. Gak punya ide? Tenang, Paul Graham punya tips untuk menemukan ide tentang produk apa yang akan dibuat.

Uda punya ide? Di share aja, gak perlu takut di curi ide nya, Di share supaya bisa dapet banyak masukan dan jangan lupa yang paling adalah aksi dan eksekusi nya. Kalau kata Andreas Sanjaya, Ideas are cheap.

Kurang lebih dengan gak punya ide, kadang ada kalanya kebanyakan ide, malah jadi bingung mana yang mau dikerjain. Ada artikel bagus tentang bagaimana memilih ide yang akan kita kerjakan. Yang paling penting sih pilih yang paling bikin enjoy diri sendiri ketika mengerjakan dan mengesekusi ide tersebut.

Ide uda dipilih, siap dieksekusi. Tapi tentu saja ada banyak hal yang harus dikerjakan, atau mungkin diluar ide tersebut, memang ada banyak pekerjaan lain yang harus kamu kerjakan. Nah, di freelance stack exchange punya masalah yang sama nih, si TS punya masalah karena terlalu banyak pekerjaan yang harus di lakukan, salah satu yang ingin di lakuin adalah dengan melakukan outsourcing tenaga tambahan, tapi ada masalah dengan sistem tersebut. Kamu bisa baca banyak masukan dan saran dari user lain nya di thread ini.

Oia, Kalau kamu punya ide yang pengen dieksekusi, dan ide tersebut terkait dengan dunia digital dan kamu gak punya latar belakang yang bisa membantu kamu bisa kontak saya, mungkin saya bisa membantu dari sisi teknis nya.

Dan akhirnya, kalau kamu tetep mau jadi dan fokus menulis kode, ketahuilah, kode yang kamu tulis, mungkin sebagian besar masuk kategori “sucks”. Jadi kalaupun mau koding, pastiin koding-an mu gak “sucks”

Sayangnya, startup yang saya handle cuma keluar sebagai peserta favorit, bukan jadi pemenang tingkat regional ini. huu

Suka dengan artikel diatas?

Setiap akhir pekan, saya membuat artikel singkat beserta beberapa link terkait dengan topik freelancing, kerja remote, productivity, modern work and life, self improvement dan juga seputar web development. Tertarik? masukkan email mu pada form dibawah ini:

3 Balasan untuk “Telkomsel “Nextdev” dan hal lain disekitarnya”

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *