Indonesia menjual (kredit) karbon ke dunia internasional, tau gak sih apa itu kredit karbon?
Saya penasaran ini sejak beberapa tahun lalu, bagaimana caranya karbon bisa dijual, dan ternyata lucu dan aneh.
Contoh paling gampangnya gini:
Ada 2 anak yang sedang ujian, nilai batas kelulusan adalah 70. Anak ke 1 mendapat nilai 50, dan anak ke 2 mendapat nilai 100. Harusnya anak ke 1 gak lulus karena nilainya dibawah batas kelulusan, tapi anak ke 1 bisa beli kredit nilai sebesar 30 dari anak ke 2, sehingga anak ke 1 nilainya jadi 80 (50 asli + 30 dari anak ke 2), dan anak ke 2 nilainya jadi 70 (100 nilai asli – 30 nilai yang dijual), sehingga keduanya lulus ujian.
Nah karbon itu gitu tuh, jadi perusahaan yang emisi karbonnya melebihi batas karbon yang diperbolehkan membeli ‘nilai’ atau kredit karbon dari perusahaan lain yang belum melewati batas emisi karbon, atau mampu menghemat dan mengurangi emisi karbon.
Jadi pada hakitkatnya, perusahaan yang membeli kredit tadi gak serta merta menurunkan produksi emisi karbon, tapi membayar ke perusahaan lain yang lebih hemat karbon.
Jadi lucu karena pada akhirnya lingkungan tetap mendapatkan emisi karbon yang sama. Saya pikir perusahaan menurunkan emisi karbon nya, ternyata ya gitu hanya membayar ke perusahaan lain.