Kemarin secara tidak sengaja saya ketemu satu film, yang rilis 6 tahun lalu, judulnya Kodachrome, buat yang suka fotografi pasti sudah bisa nebak tema film ini.
Tapi ada sedikit masalah, film ini dirilis di Netflix saja, jadi tidak ada cara nonton film ini selain dengan subscribe Netflix. Tapi gak cukup disitu, karena ternyata Film ini sudah gak ada di katalog Netflix, sudah hilang.
Jadi gak ada cara lain untuk nonton film ini.
Jadi karya dan hasil kerja orang-orang dibalik film ini ya sudah hilang gitu aja, gak ada yang bisa lihat lagi. Sayang banget gak sih?
Ini kenapa sangat disayangkan kalau film (atau serial) kalau hanya rilis di Netflix atau salah satu platform saja, bisa jadi ya gitu syukur-syukur kalau mereka terus menyimpannya, tapi kalau mereka menghapus mengeluarkan dari katalog, dan ya udah hilang gitu aja.
Saya jadi inget film The Gorge, keren sih keliatannya, ada Anya pula. Tapi sayangnya cuma rilis di Apple TV.
Ini lebih parah, karena yang nonton cuma yang subscribe dan punya device Apple. Untungnya beberapa hari lalu mereka rilis Apple TV versi Android so masih bisa ditonton device lain.
Tapi tetap punya masalah yang sama, kalau Apple menghapus ini, maka ya sudah gak bisa ditonton lagi.
Saya dulu mengikuti 1 series seru, 12 Monkeys, ada 4 season, saya nonton 3 dan karena kesibukan saya gak nonton yang ke 4, begitu saya cari lagi sudah gak ada di platform manapun. Ya sudah hilang.
Tapi bedanya, series tersebut dirilis dalam bentuk fisik dan dijual di Amazon, ya tetep saya susah sih kalau mau nonton tapi kan ada tuh asset nya, bisa dibeli kalau niat, dan gak bener-bener hilang.
“Situs arsip” jadi penyelemat.
Oke saya gak bisa tuh nonton 2 film dan 1 series yang saya ceritain diatas, bisa sih untuk The George, cuma perlu subscribe Apple TV, cuma belum aja.
Tapi ada dan semua tentunya sudah tau ada banyak website yang menyediakan nonton gratis, ya ya, bahasa umumnya streaming website, bahasa benernya, website bajakan, tapi menurut saya mereka bisa juga disebut website pengarsipan, yang mengarsip film-film dan menyatukan katalog dari berbagai platform.
Iya bener, mereka sebenernya melanggar hukum karena ya pembajakan, tapi untuk beberapa film lama (lagian film 6 tahun menurut saya tidak masuk kategori film lama) yang sudah gak bisa ditemukan lagi dimana-mana, saya merasa terbantukan dengan eksistensi mereka. Hebatnya lagi, mereka juga menyediakan link download, jadi bukan cuma nonton di streaming, tapi kita juga bisa download dan “membantu pengarsipan”.
Dilema
Ya, dilema memang, tapi ya gitu, industri film tidak seperti industri musik. Padahal industri musik juga punya masalah yang besar pada pembajakan, dulu.
Sedikit banyak industri musik terselamatkan dengan platform musik digital, ya walaupun juga ada banyak drama dibalik layar yang cenderung merugikan pemusik, tapi at least pembajakan musik bisa dibilang hampir jatuh banget gak sih? Siapa yang mau repot-repot bajak musik kalau bisa denger gratis di platform walaupun ada iklan ganggu.
Musisi juga merilis produk fisik, sehingga kalau platform menghapus atau mati sekalipun, fans bisa tetap membeli dan mendapatkan musik yang diinginkan.
Jadi ya kali ini saya berterima kasih pada “situs pengarsipan”, bisa bantu saya nonton film yang sudah gak ditemukan dimana-mana, walaupun kualitasnya mentok di 720 dan iklannya menjebak, tapi ya ada juga kok platform yang sudah bayar tetep dapat iklan.