I’ve worked on it from my Mac, my iPad and my Linux machine and been able to write where I want, when I want. That’s a far cry from my Hugo site in which anything but the most basic of posts would have to wait until I could get to my personal Mac.
https://chriswiegman.com/2025/08/one-week-with-a-cms/
Chris melakukan migrasi dari sebelumnya menggunakan Hugo ke WordPress (lagi), dan ya walaupun Chris lebih fokus ke kemudahaan penggunaan CMS dibanding flat file website seperti Hugo, tapi ya ini juga yang saya rasakan ketika menggunakan WordPress.
Kebanyakan developer beralih dari WordPress dan memilih menggunakan flat file CMS seperti Hugo, Eleventy dan lainnya, tapi saya sendiri masih tetap menggunakan WordPress karena kelebihan yang ditawarkan sebuah CMS, seperti Chris bilang diatas, saya bisa posting melalui laptop, pc, tablet, handphone, gak perlu build system, compilation, git push pull, nope, just write and publish.
Terlebih untuk WordPress, ada banyak provider diluar sana yang murah, saya bahkan cuma perlu bayar Rp. 600.000 untuk 4 tahun, dibanding dengan selfhost, harga VPS saja berapa, dan saya tidak perlu pusing ngurusin maintenance, optimasi dan perfomance, semua sudah dihandle. Harga yang murah menurut saya, apalagi untuk keperluan personal. Sudah termasuk kemudahan untuk publish post dari mana saja.
Hard to beat I say.