In 2025, many engineers are finding themselves for the first time in a position familiar to every tech lead: overseeing a brilliant but unpredictable junior engineer. Harnessing and controlling such talent, in a way that benefits effective team collaboration, is one of the primary challenges of engineering leadership. But AI coding agents need different management to junior engineers, because the nature of their productivity and growth is fundamentally different.
https://chrisloy.dev/post/2025/09/28/the-ai-coding-trap
Tulisan yang bagus, sampai bingung yang mana yang mau dikutip 😀
AI Agent untuk coding adalah Junior Engineer at best, dan biasanya tugasnya Senior Engineer untuk manage Junior, tapi di zaman sekarang ini, semua engineer jadi harus naik level jadi seperti Senior Engineer karena harus me-manage AI Agent untuk koding.
Itu bukan perkara mudah, biasanya seseorang menjadi Senior setelah pengalaman, sehingga bisa memahami konteks pekerjaan dan punya pemikiran yang lebih mendalam tentang suatu objek tugas.
AI Agent, punya banyak pengetahuan tentang “mengetik kode”, tapi konteks mereka terbatas, jadi perlu “Senior” untuk menjaga supaya mereka tetap ada dalam konteks yang sesuai requirement tugas.
Jadi gak serta merta ada AI Coding Agent, lalu tinggal prompt dan berharap hasil yang langsung berhasil, karena kalau gak dikontrol ya Agent hanya akan mengetik kode sesuai apa yang diminta tanpa mempertimbangkan hal di luar permintaan yang berpengaruh pada keberhasilan keseluruhan projek.