Ini segmen tulisan baru, akhir tahun saya akan membuat daftar aplikasi yang saya pakai tiap hari di tahun 2025 ini, yang selalu terbuka, wajib ada deh di laptop MacBook saya.
Ada beberapa aplikasi yang level-nya wajib banget dan pasti ada seperti Google Chrome sebagai main browser saya, dan juga Slack sebagai alat komunikasi di kantor, jadi sepertinya wajib dan tidak berubah. Tapi belakangan saya lagi mencoba Zen Browser yang akan menggantikan Google Chrome, secara tampilan minimalis, hanya saja baru beberapa hari belakangan ini dan ada beberapa hal yang ganggu.
Perubahan besar sebenarnya terjadi di daftar aplikasi yang dipakai buat kerja, faktor utamanya adalah perkembangan AI agent untuk koding yang membantu pekerjaan yang efeknya berbuntut kepada hal lain yang selama ini saya pikir tidak akan berubah.
Warp
Warp sebagai terminal, menggantikan iTerm yang biasanya selalu saya install pertama ketika Mac lagi install ulang atau ganti laptop. Sebenarnya ada banyak aplikasi terminal yang lain dan open source dibanding Warp, tapi ada 1 fitur yang saya suka banget di Warp dan gak ketemu di aplikasi lain, yaitu: posisi input yang selalu ada di bawah :D, ini agak susah dimengerti untuk orang yang non-terminal, tapi gini normalnya terminal kalau input itu selalu dari posisi atas dan makin lama makin panjang output jadi input makin kebawah, tapi kalau di Warp itu selalu di bawah, jadi gak capek mata pindah naik ke atas kalau lagi clear.
Sebenarnya ada fitur lain seperti AI Development Agent, yang mana waktu trial dulu itu menarik banget, saya bisa ssh ke server mana aja dan menggunakan AI untuk membantu saya tanpa harus install Claude Code dan lainnya. Tapi saya gak mau nambah subscription, selain itu begitu fitur AI dimatikan tampilan Warp jadi minimalis, jadi lebih clean.
Warp di posisi pertama ini bukan sekedar karena aplikasi terminal itu teman dekat programmer, tapi memang bisa dibilang 60% rutinitas kerja itu dilakukan di Terminal, terutama setelah ditambah oleh 2 aplikasi berikutnya.
Lazyvim
Ini yang paling besar berubah, selama ini Visual Studio Code (VS Code) sudah jadi defacto text editor untuk programmer (dan semua orang), saya sudah merasa VS Code tidak akan tergantikan karena ya sudah super fleksibel dan lainnya.
Tapi tahun ini karena AI tadi, sudah beberapa kali pindah, sempat mencoba Windsurf, Cursor, tapi ya gitu, keduanya juga VS Code pada dasarnya.
Nah 3-4 bulan ini saya beralih ke Lazyvim, untuk yang gak tau Lazyvim itu semacam ‘distro’ atau konfigurasi untuk Neovim.
Saya sudah lama menggunakan Vim (walaupun basic) dan gak ada masalah, tapi selama ini menggunakan VS Code karena plugin Vim nya oke banget, tapi setelah nonton video Omarchy saya malah tertarik mencoba Lazyvim dan ya ternyata oke banget karena ya saya tidak perlu konfigurasi lagi, Vim saya (Neovim) langsung bisa digunakan dan sudah lengkap dan siap. Semua package dan keybinding nya juga sesuai dengan kemauan saya, dan tampilannya juga sudah cantik. Serius, saya jadi gak punya alasan untuk menggunakan VS Code!
Claude Code
Claude Code ini adalah coding agent yang saya gunakan tiap hari, walaupun saya tidak subscribe Claude :). Saya menggunakan Claude Code tapi untuk Model provider saya menggunakan Model yang disediain oleh kantor, dan untuk personal saya menggunakan GLM.
Jadi model nya dari provider lain, tapi tools coding agent nya Claude Code, dan sampai saat ini gak ada masalah dan sesuai dengan keigninan saya.
Tapi kemungkinan ini akan diganti, beberapa hari mencoba menggunakan OpenCode, tapi baru hitungan hari jadi saya tidak bisa memberikan opini.
Raycast
Satu-satunya aplikasi non-developer yang saya aktif banget gunakan dan akan menjadi aplikasi wajib saya di Mac, Raycast. Saya juga sudah membuat review nya beberapa hari lalu.
Jangan terkecoh dengan namanya, ini bukan aplikasi streaming atau gimana, ini adalah aplikasi untuk.. menggunakan istilah mereka: Shortcut for Everything!
Bisa dibaca review saya sebelumnya, intinya saya bisa kontrol hampir semua operasional di laptop saya hanya menggunakan kombinasi shortcut yang sudah saya buat, misal: besarin window, pindahin window, mengatur window, buka aplikasi x, y, z, setting background dari Unsplash, dll.
Ini sebenarnya aplikasi default karena ya memang pasti terinstal di setiap Mac, Mail, aplikasi email bawaan dari Apple.
Saya menggunakan Mail karena ini adalah aplikasi email yang bisa dibuat jadi minimalis! bisa di hide sana-sini dan ya sudah ada di Mac jadi tinggal pakai.
Saya menggunakan email untuk membaca newsletter dan melihat notifikasi, jadi aplikasi ini pasti terbuka tiap hari di salah satu desktop saya. Ya banyak orang tidak suka dengan email, tapi sebenarnya kalau dikelola dengan baik dan gak males klik tombol unsubscribe maka email itu powerful sebenarnya. Malah, saya merasa kita harus kembali berkomunikasi menggunakan email, karena fleksibel dan kita bisa custom sendiri alamat email, jadi lebih personal ๐
Reeder
Kalau dirasa ketertarikan saya terhadap email dan newsletter agak jadul, maka salah satu hal “jadul” lain yang saya suka adalah RSS. RSS memungkinkan saya untuk mengikuti atau “follow” kalau istilah sosial media, ke berbagai macam website dan blog orang lain.
Kalau dibanding sosial media, sisi mirip nya adalah saya bisa follow berbagai macam website tadi sehingga saya bisa tetap update dengan keadaan diluar sana, kalau dari sisi berbedanya RSS gak toksik, gak rage bait, “feed” atau konten RSS itu saya yang kontrol, bukan perusahaan atau algoritma yang membuat kamu berada di echo chamber.
Nah, Reeder, adalah aplikasi untuk membaca RSS tersebut. Tampilannya bersih, mudah digunakan, sync ke Feedly juga.
Jadi pagi biasanya saya buka Mail untuk newsletter dan Reeder ini supaya tetap update dengan berita diluar.
Beberapa aplikasi lain yang sering digunakan tapi tidak sesering itu dan masih baru juga, dan mungkin akan diganti jadi masih belum pasti:
Multipass: Sudah sejak beberapa tahun lalu, kerjaan saya membutuhkan banyak VM ubuntu.
Orbstack: Untuk container, dan mungkin diganti podman nanti.
LazyGit: belakangan ini lagi pakai ini untuk handle Git.
Craft: mirip Notion, tapi lebih sat set dan stabil. Tempat saya meletakkan semua To Do, catatan, link, apa aja.
Selebihnya.. gak ingat.
Okay, balik ke Warp tadi, seperti saya bilang hampir 60% aktifitas saya ya di terminal ini, di Warp ini. Biasanya saya bekerja dengan beberapa codebase sekaligus, jadi saya punya beberapa tab, tiap 1 projek itu 1 tab, disitu ada Lazyvim terbuka, pane sebelahnya ada Claude Code running, kadang ada 1 pane lagi untuk log atau lazygit.
Itu juga kenapa penting untuk saya tadi menggunakan Lazyvim karena ya dengan koding di terminal, saya jadi bisa lakukan semuanya di 1 window terminal, gak harus switch ke VS Code terus ke terminal lagi untuk log, ssh atau hal lainnya. Selebihnya ya Chrome dan Slack, sudah gitu aja.