The alleged benefit of vibe coding, which refers to the practice of building software with AI-coding tools without much attention to the underlying code, is that it allows anyone to build a piece of software very quickly and easily. As we’ve previously reported, in reality, vibe coded projects could result in security issues or a recipe app that generates recipes for “Cyanide Ice Cream.” If the resulting software is so poor you need to hire a human specialist software engineer to come in and rewrite the vibe coded software, it defeats the entire purpose. 

https://www.404media.co/the-software-engineers-paid-to-fix-vibe-coded-messes

Menarik, jadi pada akhirnya tetap butuh ‘human dev’ untuk membenarkan masalah yang dibuat dari koding dengan AI, dan memang saya rasakan sendiri setelah beberapa bulan kebelakang ‘vibe coding’, saya masih tetap harus benerin dan optimalisasi beberapa hal karena ya banyak yang gak sinkron, apalagi kalau sudah mulai besar codebase dan context AI Agent sudah berganti.

Thread menarik juga di Reddit What’s the point of vibe coding if I still have to pay a dev to fix it?

Terus video ini juga menarik They’re lying to you about Vibe Coding,

Saya juga setuju dengan penutup artikel tersebut:

Sohni told me he thinks vibe coding is not going anywhere, but neither are human developers. 

yeap.

I was at a talk at FOSDEM this year and they were talking about how most emails now (over 90%) are transactional in nature and not personal. Things like password resets, offers, 2fa, shipping confirmations.

This was a lightbulb moment for me – for years I’d been trying to fight email by using sieve to filter away the most annoying senders and subjects but they’re right – almost all email doesn’t deserve your immediate attention.

I switched my method to whitelist. I created a folder called Transactional and everything goes in there. Then I started whitelisting certain email addresses to let them get to my inbox. I have around 20, and for the first time in years I’m at a point where I could have notifications for my inbox. I still don’t, but they’d be useful now

https://news.ycombinator.com/item?id=45174012

Ide menarik dan kenapa saya gak kepikiran. Saya pengguna aktif Gmail filter, fungsinya untuk otomatis nge-filter email yang masuk, dan memasukkannya ke kategori/label yang sesuai, saya punya label newsletter, notification, dan finance.

Karena memang beberapa email perlu saya pantau, email transaksi perbankan, email tagihan server, domain, email uptime, saya masih monitor via email.

Tapi kelemahannya beberapa email baru tetep masuk ke Inbox dulu, bikin penuh, dan kadang jadi kelewatan email yang beneran penting karena ya kebanyakan emailnya.

Kenapa gak kepikiran seperti ini, sistemnya whitelist, semua kena filter masuk ke satu kategori, baru dari situ kalau ada yang dirasa penting dan perlu tau baru di filter keluar.

Eh tapi sepertinya masalah ya, karena kalau gini by default “email penting” masuk ke filter ini dulu, baru mesti nyari buat ngeluarin, tapi toh saya rasa sampai saat ini belum ada kabar penting yang urgent perlu segera di respons datang, pasti pengirim mengkabarkan duluan via messaging lain duluan, jadi sepertinya gak masalah.

To be clear: it appears it is legal, at least in the USA, to buy a used copy of a physical book (used = the author gets nothing), chop the spine off, scan the pages, discard the paper copy and then train on the scanned content. The transformation from paper to scan is “fair use”.

https://simonwillison.net/2025/Sep/6/anthropic-settlement/#atom-everything

Menarik, jadi seperti itu sistem “fair use” untuk penggunaan bahan ajar LLM untuk AI tools. Jadi perusahaan bisa beli buku 2nd hand, scan dan dijadikan bahan pengetahuan AI.

Tentu saja ini belum termasuk paper research, artikel internet, forum, blog dan berbagai informasi di internet.

Oh btw, kalau mau rekap mengenai kasus denda Anthropic terkait penggunaan buku-buku secara tidak resmi sebagai bahan ajar LLM, bisa dilihat disini: https://pxlnv.com/linklog/anthropic-proposed-settlement/

Prompt engineering acts as a bridge between humans and machines. To be more precise, prompt engineering is the process of creating and refining the instructions given to an AI model to improve the accuracy and relevance of its responses. Because systems like ChatGPT and Claude generate outputs based on the way prompts are phrased, even small changes in wording, structure, or context can have a significant impact on results.

By designing high-quality prompts, users can help AI models produce outputs that align with specific goals, whether that’s generating content, automating business tasks, or solving technical problems.

https://www.couchbase.com/blog/prompt-engineering/

Artikel yang berisi penjelasan detail terkait Prompt Engineering, yang mana tldr nya adalah: kita sebagai si prompter perlu menulis perintah dengan detail, runtut, dan jelas supaya AI tools bisa melakukan eksekusi yang kita minta dengan tepat. Walaupun begitu masih bisa mungkin untuk AI salah mengerjakan dan kita harus lebih menguraikan lagi prompt kita sampai berhasil.

Kalau dipikir-pikir lagi, mungkin skill dan keahlian Prompt Engineering ini perlu dipelajari semua orang bukan hanya untuk AI, tapi untuk rekan kerja, atau orang sekitar kita. Karena “ternyata dan mengejutkan”, kalau kita memberi informasi atau bertanya atau minta tolong dengan informasi yang detail, runtut dan jelas maka mungkin akan meningkatkan kesuksesan permintaan yang diberikan.

Ironis ketika berhadapan dengan AI kita detail dan rinci, tapi jika dengan orang lain informasi kita kadang tidak lengkap, lalu kaget karena salah paham 🙂

Some years ago, building a side project meant finding time wherever you could. Late nights, weekends, or early mornings to squeeze in some work before your real job starts.

Now, with tools like Claude Code, the paradigm has shifted. The cost of creating software is much cheaper. What used to take months now takes days. You can do most of your basic features with AI if you use a well-known framework with good standards. But what does this mean?

https://josem.co/side-projects-and-ai

Ha, bener banget, dengan adanya AI agent jadi bantu banget buat bikin side project, 2 dari “projek mainan” saya plus website nya di labs.yogasukma.com adalah hasil kolaborasi dengan AI tools.

Coding is fun, coding for side project even more fun, tapi setelah bertahun-tahun koding, akhirnya sampai di titik jenuh juga, dan AI tools seperti Claude, Copilot, dan lainnya membantu mempercepat mengeksekusi ide yang ada di kepala.

Biasanya perlu nunggu weekend dan menghabiskan waktu 1-2 hari atau malah lebih untuk side project,sekarang jadi lebih cepat selesai dan ya bisa memanfaatkan weekend lebih baik untuk kegiatan lain daripada duduk depan laptop.

Tapi so far masih untuk ‘mainan’, belum beneran profitable sideproject, gpp, yang penting mindset maker nya dulu 🙂

Seperti drugs, awalnya dikasi, lama-lama beneran candu dan ketergangungan.

Tadinya mencoba menggunakan Gemini CLI, gratisan, banyak membantu tugas, tapi kadang hasilnya gak bener, ribet benerin eh terus konteks nya habis dan gak bisa lanjut.

Terus mencoba menggunakan Claude Code, subscribe $20 buat uji coba, dan hasilnya kerjanya beneran oke banget, saya jadi mengerti kenapa banyak yang bilang Claude Code ini mantap banget, karena memang ya beneran works, sejauh ini saya gak ada masalah bug, atau halusinasi kode, atau gak sync, semua beneran fungsi.

Terus masalahnya datang, limit konteksnya habis, mesti nunggu lama sekali, sekitar 12 jam? kecuali mau upgrade ke plan yang lebih leluasa.

Jadi candu karena beneran deh membantu dan cepet, dan begitu reached the limit, langsung blank, sakau, gak tau mau melakukan apa. Rayuan untuk upgrade subscription itu begitu kerasa haha.

Ya padahal ya tinggal buka editor lalu lanjutin sendiri, tapi karena sudah terbiasa dibantu jadi males kerja sendiri.

Storage Google Photo saya sudah mau penuh, 80% dari 100GB, saya jadi kepikiran untuk mencari alternatif yang ya kali mungkin bisa dapat storage lebih dengan harga yang lebih murah, ya namanya juga usaha 😉

Sayangnya sepertinya gak mudah, ada banyak …

Selengkapnya