Saya gak suka sama istilah foto AI, seberapapun “hyper realistic” foto dari AI, pada dasarnya itu adalah “Gambar”, bukan foto.
Foto adalah hasil dari kegiatan Fotografi atau Photography yang kalau diartikan secara harfiah artinya “melukis dengan cahaya”, kita membutuhkan cahaya yang nyata untuk menangkap gambar, lalu gambar yang dihasilkan juga adalah keadaan nyata, situasi nyata, orang yang nyata ada, rekaman kehidupan, itu lah Foto.
Beberapa orang sudah membuat tools memanfaatkan Generative Image AI LLM untuk membuat sesuatu yang disebut dengan “photorealism” atau apalah istilahnya, dimana menghasilkan “Foto” yang betul-betul terlihat nyata, beberapa mungkin merasa susah dibedakan dengan hasil foto asli dengan kamera.
Terus kenapa?
Ya gak kenapa-kenapa juga sih, cuma merasa aneh melihat kepopuler “Foto AI”, padahal seharusnya disebut “Gambar AI”.
Tapi selain itu juga timbul pertanyaan, kenapa orang mau membuat Gambar AI yang begitu real, terlihat begitu nyata, apalagi sampai dibagikan ke sosial media. Hal itu malah semakin mengukuhkan bahwa sosial media adalah fake, semakin gak bisa dipercaya mana yang beneran fake, mana yang fake nya sedikit.