Pretty funny how they’re actively targeting M1 users with their marketing copy with this release.

Sorry you made your first gen chip so good that I don’t feel the need to upgrade lol.

https://news.ycombinator.com/item?id=45591902

Apple rilis chip baru, M5 yang ya tentu saja latest, best dan segalanya. Tapi sebagai pengguna M1 Pro, susah sepertinya untuk melihat improvement, seperti salah satu komentar di hackernews, M1 is so good, yang mana bikin upgrading jadi bukan pilihan, kecuali memang secara fisik, hardware ada yang masalah, tapi kalau gak ada masalah agak susah mencari alasan untuk upgrade.

M1 Pro ini sudah dari tahun 2021, dan sampai sekarang gak ada masalah, gak pernah ada di situasi dimana “ah coba pakai laptop yang lebih canggih, pasti mendingan“. Buka aplikasi apa aja, kerja apa aja, gak pernah merasa perlu tambahan resources, super.

Paling waktu nyobain LLM Local kemarin aja yang beneran memaksa laptop ini kerja keras, tapi ya masuk akal karena memang menjalankan LLM itu memang perlu sumber daya besar.

Hampir semua komentar di thread itu juga punya hal yang sama, seperti gak ketemu alasan untuk upgrade, menarik melihat Apple bikin sesuatu yang terlalu oke, sampai gak punya alasan untuk ganti! 😀

Ya kecuali upgrade OS ke Tahoe, yang mana menurut komentar orang-orang disitu selain dari tampilan yang kacau, juga sukses membuat chip M mereka menjadi lebih lambat dan ya jadi kerasa seperti perlu upgrade.

Social networks used to be about social interaction between people you knew in real life and then, by extension, people connected to them as well.

..

But it turned into social media and is focused so much on media — ads and videos from sources you don’t know and don’t follow

https://jasonjournals.com/posts/delete-day

100% setuju.

Dulu saya kurang sreg sama sosial media yang isinya flexing, bahkan yang fleixing ringan (gak, saya gak mau jelasin lebih jauh). Tapi paling tidak postingan tersebut dibuat oleh orang beneran, genuine.

Sekarang isinya iklan, endorse post, mencoba viral dengan instensif uang, potongan video keluar konteks, postingan hasil AI baik gambar video ataupun teks (mana gak bagus pula).

😑

Lanjut karena berhenti dari Cursor, jadi ya balik lagi menggunakan VS Code lalu utak-atik mencari coding agent yang bisa bantu di VS Code, dan ada banyak opsinya, yang populer seperti Kilo Code, Cline, Roo Code, saya juga sempat nyobain …

Selengkapnya

Jadi kemarin nyobain LM Studio, dan ya nyobain setup untuk coding agent menggunakan continue.dev, dan hasilnya…. sedikit mengecewakan 🤔.

Seperti anak kecil yang baru dapat mainan baru, langsung cobain install beberapa model seperti berikut:

  • Codestral-22B-v0.1
  • DeepSeek-Coder-V2-Lite-Instruct
  • DeepSeek-R1-0528-Qwen3-8B
  • Phi-4-mini-reasoning
  • Phi-4-reasoning-plus
Selengkapnya

Gara-gara kemarin kena limit Cursor, dan di kantor juga sudah RnD mencoba menggunakan opensource LLM, saya jadi penasaran dan pengen mencoba juga LLM yang bisa dijalankan di laptop saja, dan ketemu lah ini, LM Studio.

LM Studio ini (…

Selengkapnya

Kalau gak salah bulan ini adalah bulan ke 3 menggunakan Cursor untuk code editor. Selama ini baik-baik saja, ya kena limit akhirnya tapi sudah tanggal 28-29 gitu, jadi memang akhir bulan dan memang mau reset, menurut saya wajar.

Tapi bulan ini ternyata Cursor mengubah sistem usage mereka, dan buset, baru tanggal 6 sudah kena limit 🤔

Gak tau deh dimana letak salahnya, tapi ya ampun cepet banget!

Kantor sudah beralih ke open-source LLM, tadi juga sempat ngelirik LM Studio , mungkin akan menggunakan selfhosted juga ah.

What was once a simple photo sharing app is now a platform for Content with a capital C.

Have you tried simply uploading a photo to Instagram lately? It’s a minefield. Is that a Story, a Post, or a Reel? Do you want to add music? A caption? A prompt, which is… different than a caption, somehow? How about a poll? A fundraiser? More text, but this time on top of the image? Share it to Facebook? On and on and on. I have a simple request to anyone at Meta who is listening: please, just give us our photo sharing app back.

https://www.theverge.com/tech/791595/instagram-uploading-features-content

Ya, dulunya Instagram itu simpel, tempat upload foto, sosial dan selesai. Tapi sekarang sudah banyak tambahan fitur yang sudah gak bisa dibilang aplikasi sharing foto, lebih dikenal sekarang sebagai “Content”.

Paling ngeselin itu bagian discover/explore, foto yang tampil sedikit acak, tapi yang lebih parah bagian video, sama sekali gak sesuai algoritma, sepertinya yang penting viral maka tampil disitu, yang mana ya ganggu karena viral != kualitas.

Sempat nyobain Unsplash, tapi ada banyak hal kecil yang saya kurang sreg, barusan juga nyobain Pexels, tapi baru daftar doang.

Introducing Kagi News
News is broken. We all know it, but we’ve somehow accepted it as inevitable. The endless notifications. The clickbait headlines designed to trigger rather than inform, driven by relentless ad monetization. The exhausting cycle of checking multiple apps throughout the day, only to feel more anxious and less informed than when we started. This isn’t what news was supposed to be.

….

One daily update: We publish once per day around noon UTC, creating a natural endpoint to news consumption. This is a deliberate design choice that turns news from an endless habit into a contained ritual.

Five-minute complete understanding: Our briefings cover everything important in just five minutes. No endless scrolling. No attention hijacking. You read, understand, and move on with your day.

https://blog.kagi.com/kagi-news

Kagi merilis fitur baru, Kagi News, pada dasarnya adalah aplikasi yang akan mengambil beberapa topik berita penting lalu direkap otomatis oleh bantuan AI, jadi kita cukup baca sekilas dan sudah dapat summary apa yang terjadi hari itu.

Ini menarik, dan dulu sebenarnya saya sudah coba buat mirip seperti ini, tapi untuk keperluan sendiri, tapi belum ada AI jadi bikin sistem manual untuk merekap dan mencari topik favorit, dan ternyata susah 😀

Fitur nya pun kurang lebih sama dengan yang saya inginkan, cukup sekali update dan gak perlu waktu lama untuk dapat kesimpulan berita hari itu.

Tapi masalahnya tetap sama dan dengan AI ini adalah si AI tersebut begitu yakin dengan kesimpulan yang dibuat, jadi untuk orang yang males baca full dan menggantungkan pada rekapan versi AI ini (yang mana ya memang alasan utama menggunakan layanan ini) bisa jadi salah paham dan menganggap rekap nya sebagai kebenaran padahal bisa dan sangat mungkin salah rekap. Potensi missinformation malah jadi makin besar.