Masih ingat website FotoKD dimana saya mengumpulkan foto-foto dari website KataData? beberapa hari belakang banyak foto-foto keadaan dan situasi dari bencana banjir Sumatera.

Seperti alasan utama saya bikin website tersebut: kualitas foto-foto dari para fotografer di KataData itu beneran.. menarik!

Berikut beberapa link berisi foto-foto menarik disana:

  1. Sumatera Barat Porak Poranda Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
  2. Potret Wilayah Sumatera usai Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor
  3. Empat Gajah Dikerahkan Bersihkan Sisa Material Banjir di Pidie Jaya Aceh
  4. Penyaluran Bantuan Untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera
  5. Rumah, Sekolah hingga Jalan di Aceh Rusak Imbas Banjir dan Longsor

Bonus: tidak terkait dengan banjir Sumatera, tapi satu ini menarik banget, ini seperti foto seni menyamar jadi foto jurnalis.

  1. Nikel, Jantung Baru Dunia Modern

Good job untuk fotografer disana!

Pretty funny how they’re actively targeting M1 users with their marketing copy with this release.

Sorry you made your first gen chip so good that I don’t feel the need to upgrade lol.

https://news.ycombinator.com/item?id=45591902

Apple rilis chip baru, M5 yang ya tentu saja latest, best dan segalanya. Tapi sebagai pengguna M1 Pro, susah sepertinya untuk melihat improvement, seperti salah satu komentar di hackernews, M1 is so good, yang mana bikin upgrading jadi bukan pilihan, kecuali memang secara fisik, hardware ada yang masalah, tapi kalau gak ada masalah agak susah mencari alasan untuk upgrade.

M1 Pro ini sudah dari tahun 2021, dan sampai sekarang gak ada masalah, gak pernah ada di situasi dimana “ah coba pakai laptop yang lebih canggih, pasti mendingan“. Buka aplikasi apa aja, kerja apa aja, gak pernah merasa perlu tambahan resources, super.

Paling waktu nyobain LLM Local kemarin aja yang beneran memaksa laptop ini kerja keras, tapi ya masuk akal karena memang menjalankan LLM itu memang perlu sumber daya besar.

Hampir semua komentar di thread itu juga punya hal yang sama, seperti gak ketemu alasan untuk upgrade, menarik melihat Apple bikin sesuatu yang terlalu oke, sampai gak punya alasan untuk ganti! 😀

Ya kecuali upgrade OS ke Tahoe, yang mana menurut komentar orang-orang disitu selain dari tampilan yang kacau, juga sukses membuat chip M mereka menjadi lebih lambat dan ya jadi kerasa seperti perlu upgrade.

Social networks used to be about social interaction between people you knew in real life and then, by extension, people connected to them as well.

..

But it turned into social media and is focused so much on media — ads and videos from sources you don’t know and don’t follow

https://jasonjournals.com/posts/delete-day

100% setuju.

Dulu saya kurang sreg sama sosial media yang isinya flexing, bahkan yang fleixing ringan (gak, saya gak mau jelasin lebih jauh). Tapi paling tidak postingan tersebut dibuat oleh orang beneran, genuine.

Sekarang isinya iklan, endorse post, mencoba viral dengan instensif uang, potongan video keluar konteks, postingan hasil AI baik gambar video ataupun teks (mana gak bagus pula).

😑

What was once a simple photo sharing app is now a platform for Content with a capital C.

Have you tried simply uploading a photo to Instagram lately? It’s a minefield. Is that a Story, a Post, or a Reel? Do you want to add music? A caption? A prompt, which is… different than a caption, somehow? How about a poll? A fundraiser? More text, but this time on top of the image? Share it to Facebook? On and on and on. I have a simple request to anyone at Meta who is listening: please, just give us our photo sharing app back.

https://www.theverge.com/tech/791595/instagram-uploading-features-content

Ya, dulunya Instagram itu simpel, tempat upload foto, sosial dan selesai. Tapi sekarang sudah banyak tambahan fitur yang sudah gak bisa dibilang aplikasi sharing foto, lebih dikenal sekarang sebagai “Content”.

Paling ngeselin itu bagian discover/explore, foto yang tampil sedikit acak, tapi yang lebih parah bagian video, sama sekali gak sesuai algoritma, sepertinya yang penting viral maka tampil disitu, yang mana ya ganggu karena viral != kualitas.

Sempat nyobain Unsplash, tapi ada banyak hal kecil yang saya kurang sreg, barusan juga nyobain Pexels, tapi baru daftar doang.

Introducing Kagi News
News is broken. We all know it, but we’ve somehow accepted it as inevitable. The endless notifications. The clickbait headlines designed to trigger rather than inform, driven by relentless ad monetization. The exhausting cycle of checking multiple apps throughout the day, only to feel more anxious and less informed than when we started. This isn’t what news was supposed to be.

….

One daily update: We publish once per day around noon UTC, creating a natural endpoint to news consumption. This is a deliberate design choice that turns news from an endless habit into a contained ritual.

Five-minute complete understanding: Our briefings cover everything important in just five minutes. No endless scrolling. No attention hijacking. You read, understand, and move on with your day.

https://blog.kagi.com/kagi-news

Kagi merilis fitur baru, Kagi News, pada dasarnya adalah aplikasi yang akan mengambil beberapa topik berita penting lalu direkap otomatis oleh bantuan AI, jadi kita cukup baca sekilas dan sudah dapat summary apa yang terjadi hari itu.

Ini menarik, dan dulu sebenarnya saya sudah coba buat mirip seperti ini, tapi untuk keperluan sendiri, tapi belum ada AI jadi bikin sistem manual untuk merekap dan mencari topik favorit, dan ternyata susah 😀

Fitur nya pun kurang lebih sama dengan yang saya inginkan, cukup sekali update dan gak perlu waktu lama untuk dapat kesimpulan berita hari itu.

Tapi masalahnya tetap sama dan dengan AI ini adalah si AI tersebut begitu yakin dengan kesimpulan yang dibuat, jadi untuk orang yang males baca full dan menggantungkan pada rekapan versi AI ini (yang mana ya memang alasan utama menggunakan layanan ini) bisa jadi salah paham dan menganggap rekap nya sebagai kebenaran padahal bisa dan sangat mungkin salah rekap. Potensi missinformation malah jadi makin besar.

Laravel Forge telah diperbarui dan saya suka desain nya, sama seperti produk Laravel lain, tampilannya fresh, clean, dan ya modern minimalist saja.

Saya lebih suka Laravel Forge ini dibanding dengan Laravel Cloud, karena ya kecuali kamu punya projek super besar global baru Cloud kerasa membantu, untuk yang masih level nasional doang mending Forge deh.

So today, we’re launching a new social iOS app just called “Sora,” powered by Sora 2. Inside the app, you can create, remix each other’s generations, discover new videos in a customizable Sora feed, and bring yourself or your friends in via cameos. With cameos, you can drop yourself straight into any Sora scene with remarkable fidelity after a short one-time video-and-audio recording in the app to verify your identity and capture your likeness.

https://openai.com/index/sora-2

Social app, isinya galeri video yang dibuat dari AI, pada dasarnya ini TikTok, tapi kontennya dari AI.

Kebayang gak sih, sosial media yang ada aja penuh kepalsuan, yang ini malah bener-bener gak real 🤔

Seriusan deh, saya bukannya anti AI, tapi AI seharusnya membantu melakukan hal yang biasa, mundane, supaya kita bisa fokus mengerjakan hal yang menyenangkan mengasah pikiran meningkatkan kreativitas, tapi yang ramai malah AI mengambil alih sisi kreativitas, yang tadinya orang punya skil dan interest untuk seni seperti menggambar, fotografi, membuat video dan lainnya, sepertinya lama-lama skill tersebut hilang diganti skill mengetik perintah prompt. suram.

In 2025, many engineers are finding themselves for the first time in a position familiar to every tech lead: overseeing a brilliant but unpredictable junior engineer. Harnessing and controlling such talent, in a way that benefits effective team collaboration, is one of the primary challenges of engineering leadership. But AI coding agents need different management to junior engineers, because the nature of their productivity and growth is fundamentally different.

https://chrisloy.dev/post/2025/09/28/the-ai-coding-trap

Tulisan yang bagus, sampai bingung yang mana yang mau dikutip 😀

AI Agent untuk coding adalah Junior Engineer at best, dan biasanya tugasnya Senior Engineer untuk manage Junior, tapi di zaman sekarang ini, semua engineer jadi harus naik level jadi seperti Senior Engineer karena harus me-manage AI Agent untuk koding.

Itu bukan perkara mudah, biasanya seseorang menjadi Senior setelah pengalaman, sehingga bisa memahami konteks pekerjaan dan punya pemikiran yang lebih mendalam tentang suatu objek tugas.

AI Agent, punya banyak pengetahuan tentang “mengetik kode”, tapi konteks mereka terbatas, jadi perlu “Senior” untuk menjaga supaya mereka tetap ada dalam konteks yang sesuai requirement tugas.

Jadi gak serta merta ada AI Coding Agent, lalu tinggal prompt dan berharap hasil yang langsung berhasil, karena kalau gak dikontrol ya Agent hanya akan mengetik kode sesuai apa yang diminta tanpa mempertimbangkan hal di luar permintaan yang berpengaruh pada keberhasilan keseluruhan projek.