I’m calling it now: if 2025 was the year of “vibe coding,” 2026 is going to be the year of “micro apps.” It’s the year a meaningful number of people begin to solve their own problems by building custom software tailored specifically to their needs. These apps might not be ready for the mass market, but that’s okay because they’ll be perfect for the individual who created them.

https://birchtree.me/blog/2026l-the-year-of-micro-apps

Setuju banget, setelah 2025 testing sana-sini main-main dengan LLM untuk semi vibe code, tahun ini bakal banyak Micro Apps, alias aplikasi mini yang dibikin untuk kebutuhan sendiri, sama seperti mainan saya di Labs, aplikasi-aplikasi tersebut dibuat bukan untuk siapa-siapa tapi ya buat saya sendiri, sesuai kebutuhan saya sendiri.

Saat ini pun sudah ada beberapa list mainan micro apps yang mungkin akan saya lanjutkan buat. Ada LLM gini apalagi sudah langganan 1 tahun sayang banget kalau gak digunakan.

Ruben Amorim

Ruben Amorim has departed his role as Head Coach of Manchester United.

The club would like to thank Ruben for his contribution to the club and wishes him well for the future. Darren Fletcher will take charge of the team against Burnley on Wednesday.

https://www.manutd.com/en/news/detail/ruben-amorim-departs-role-as-head-coach-of-man-utd

Oh ya ampun, Ruben Amorim sudah tidak lagi jadi manajer kepala pelatih untuk Manchester United!

Ini agak surprise, tapi memang after match interview sabtu kemarin, memang agak tendensius, fans cuma bisa menerka-nerka apa yang terjadi dibelakang layar dan ternyata begini hasilnya.

Harus diakui, permainan Manchester United 1 tahun kebelakang dibawah Ruben Amorim gak meyakinkan, Klub mengakhiri season berada di posisi 15, cuma 2 level diatas zona degradasi, kalah di semifinal EL dan memberi kesempatan Tottenham Hotspur untuk dapat piala pertama setelah jangka waktu yang super lama.

Saya pribadi merasa rebuilding itu perlu komitmen, gak bisa selalu rebuilding tiap 2-3 tahun, so saya sedikit berharap dan merasa ini akan baik-baik saja, sudah mulai membaik, dan sudah mulai menutup kelemahan.

Tapi mau di sugar-coating gimanapun, statistik dan data sejak Amorim datang menunjukkan keadaan tidak baik-baik saja, malah makin menurun.

So ya, good luck to Ruben Amorim, and good luck for Manchester United too, gak tau deh gimana lagi ini, penasaran pelatih tipe gimana lagi yang bisa dibawa untuk memperbaiki performa klub.

Iya, saya juga sudah menonton standup di Netflix itu, dan ya saya tau itu video bakal ramai yang bahas, dan ya termasuk postingan ini juga membahas video tersebut :).

Tema komedi tersebut memang tidak lazim untuk kebanyakan orang, ceplas-ceplos tersebut memang gak familiar untuk orang-orang yang belum bisa mengkategorikan komedi sebagai pure entertainment. Kalau penonton yang hadir disana langsung pastinya bakal biasa aja, lucu dan ya sudah, karena mereka bayar dan datang memang untuk dihibur, berbeda dengan orang yang nonton di Netflix, mereka klik video karena penasaran, jadi bisa jadi belum siap dengan tema komedinya.

Paling parah sih yang nontonnya potongan, karena saya percaya komedi apalagi standup itu masalah pergerakan cerita, dari awal sampai akhir sudah disiapkan untuk membangun dan mencapai momen punchline. Jadi begitu nontonnya terpotong jadi gak dapat efek development perjalanan cerita, langsung ke bagian klimaks dan sebagian orang jadi gak terbangun feel komedinya, langsung ambil kesimpulan.

Saya menikmati komedi tersebut, apakah komedi tersebut merubah sentiment saya ke si komika atau ke tokoh-tokoh yang disebut? gak, karena ya saya menggap hanya sebagai sebuah komedi, dan memang lucu untuk saya, kalaupun ada yang merasa gak lucu dan malah tersinggung, ya sudah gak perlu lanjutin nonton, ini orang lagi ngisi acara komedi, bukan lagi orasi.

Makanya jadi aneh melihat ada yang klarifikasi (ke publik pula bukan ke komika langsung), atau ada yang mengkoreksi ini itu, SJW koreksi candaan yang dinilai berlebihan, bro, santai bro, gak perlu serius, giliran standup dianggap serius, giliran yang unjuk rasa beneran malah dianggap becanda, kan aneh.

Timeless Frame

Video dokumenter asyik dari WatchDoc Documentary, biasanya ngobrolin politik kali ini ngobrolin fotografi analog.

Jujur saja, ada vibe tertentu dari fotografi analog, tapi ya gitu sangat tidak newbie-friendly. Mulai dari harga film yang tidak bersahabat, proses cetak yang juga butuh effort, terus ya itu kalau yang masih belajar fotografi – yang masih sering salah – maka ya akan jadi hobi yang lumayan menguras dompet 😅.

I am writing this as a desperate measure. After nearly 30 years as a loyal customer, authoring technical books on Apple’s own programming languages (Objective-C and Swift), and spending tens upon tens upon tens of thousands of dollars on devices, apps, conferences, and services, I have been locked out of my personal and professional digital life with no explanation and no recourse.

https://hey.paris/posts/appleid

Satu hal yang paling horor dari teknologi saat ini adalah akun kena banned, Paris, si pemilik postingan, setelah 30 tahun menggunakan produk Apple, menulis buku tentang Apple, punya banyak produk Apple dan ketika kena banned ya sudah gak bisa melakukan apa-apa, semua device jadi gak bisa digunakan (bisa sih bikin akun baru), foto-foto 6TB gak bisa diakses, semua data dan dokumen yang sync ke iCloud gak bsia diakses, akun developer gak bisa dipakai.

Saya sih bukan Apple user selain MacBook kantor, saya lebih ke Google, tapi bukan berarti hal yang sama gak bisa terjadi, jika sewaktu-waktu ada aktivitas yang saya lakuin online menyalahi aturan Google bisa aja tiba-tiba kena Ban juga dan hilang semua akses, data, kontak, dan kepikiran itu foto-foto di Google Photos.

Foto-foto bencana Banjir Sumatera

Masih ingat website FotoKD dimana saya mengumpulkan foto-foto dari website KataData? beberapa hari belakang banyak foto-foto keadaan dan situasi dari bencana banjir Sumatera.

Seperti alasan utama saya bikin website tersebut: kualitas foto-foto dari para fotografer di KataData itu beneran.. menarik!

Berikut beberapa link berisi foto-foto menarik disana:

  1. Sumatera Barat Porak Poranda Diterjang Banjir Bandang dan Longsor
  2. Potret Wilayah Sumatera usai Dilanda Banjir Bandang dan Tanah Longsor
  3. Empat Gajah Dikerahkan Bersihkan Sisa Material Banjir di Pidie Jaya Aceh
  4. Penyaluran Bantuan Untuk Korban Banjir dan Tanah Longsor di Sumatera
  5. Rumah, Sekolah hingga Jalan di Aceh Rusak Imbas Banjir dan Longsor

Bonus: tidak terkait dengan banjir Sumatera, tapi satu ini menarik banget, ini seperti foto seni menyamar jadi foto jurnalis.

  1. Nikel, Jantung Baru Dunia Modern

Good job untuk fotografer disana!

M5 Macbook Pro

Pretty funny how they’re actively targeting M1 users with their marketing copy with this release.

Sorry you made your first gen chip so good that I don’t feel the need to upgrade lol.

https://news.ycombinator.com/item?id=45591902

Apple rilis chip baru, M5 yang ya tentu saja latest, best dan segalanya. Tapi sebagai pengguna M1 Pro, susah sepertinya untuk melihat improvement, seperti salah satu komentar di hackernews, M1 is so good, yang mana bikin upgrading jadi bukan pilihan, kecuali memang secara fisik, hardware ada yang masalah, tapi kalau gak ada masalah agak susah mencari alasan untuk upgrade.

M1 Pro ini sudah dari tahun 2021, dan sampai sekarang gak ada masalah, gak pernah ada di situasi dimana “ah coba pakai laptop yang lebih canggih, pasti mendingan“. Buka aplikasi apa aja, kerja apa aja, gak pernah merasa perlu tambahan resources, super.

Paling waktu nyobain LLM Local kemarin aja yang beneran memaksa laptop ini kerja keras, tapi ya masuk akal karena memang menjalankan LLM itu memang perlu sumber daya besar.

Hampir semua komentar di thread itu juga punya hal yang sama, seperti gak ketemu alasan untuk upgrade, menarik melihat Apple bikin sesuatu yang terlalu oke, sampai gak punya alasan untuk ganti! 😀

Ya kecuali upgrade OS ke Tahoe, yang mana menurut komentar orang-orang disitu selain dari tampilan yang kacau, juga sukses membuat chip M mereka menjadi lebih lambat dan ya jadi kerasa seperti perlu upgrade.

Social networks used to be about social interaction between people you knew in real life and then, by extension, people connected to them as well.

..

But it turned into social media and is focused so much on media — ads and videos from sources you don’t know and don’t follow

https://jasonjournals.com/posts/delete-day

100% setuju.

Dulu saya kurang sreg sama sosial media yang isinya flexing, bahkan yang fleixing ringan (gak, saya gak mau jelasin lebih jauh). Tapi paling tidak postingan tersebut dibuat oleh orang beneran, genuine.

Sekarang isinya iklan, endorse post, mencoba viral dengan instensif uang, potongan video keluar konteks, postingan hasil AI baik gambar video ataupun teks (mana gak bagus pula).

😑