Benefit dari kerja remote

Tulisan ini berdasarkan pada salah satu pertanyaan di grup Facebook Kami Kerja Remote. Sebagai catatan, konteks dari pertanyaan dan jawaban dibawah adalah dari sisi karyawan / pekerja. Saya belum membahas dari sisi perusahaan. Btw, untuk yang belum familiar dengan kerja remote, bisa baca artikel sebelumnya disini. Sebelumnya, saya memulai kerja remote pada salah satu tempat kerja saya di Bandung, sebuah software house yang tadinya sih saya kerja secara onsite bahkan nginep di kantor. 1 tahun kemudian saya menikah dan meminta opsi kerja remote yang sebenarnya sudah di di sounding sejak jauh-jauh hari sebelumnya. Beberapa tahun kemudian saya resign dan bekerja untuk perusahaan lain, di Jakarta, Sydney, dan New York dan…

Selengkapnya

Berlari tanpa garis akhir

Salah satu isu yang sering dihadapi programmer terutama yang bekerja secara project by project adalah update, penyesuaian atau revisi pekerjaan yang berlalu begitu lama yang bisa sampai berbulan-bulan atau bahkan lebih. Dulu waktu saya masih bekerja pada salah satu software house ada istilah “never ending story” atau ya ibarat lari, lari tanpa garis akhir. Ada beberapa hal yang menjadi penyebab dari isu ini. Briefing tidak detail Entah dari sisi klien yang kurang detail menjelaskan kebutuhan dan harapan dari projek yang akan dikerjakan ini atau dari sisi programmer nya yang kurang nangkep curahan hati si klien, pada kebanyakan kasus menyebabkan projek gak pernah kelar karena gak sesuai dengan kebutuhan, ya karena…

Selengkapnya

Flexible Working Hours

Kalau ditanya, apa yang paling menarik dari bekerja as freelancer (dalam hal ini programmer freelance), maka saya akan menjawab kebebasan memilih jam kerja AKA Flexible Working Hours. Beberapa orang mungkin bakal menjawab kebebasan untuk bekerja secara remote, dimana bisa bekerja secara bebas dimana saja. Tapi saya beruntung karena sempat merasakan bekerja pada digital agensi dan webshop dari bandung, jakarta, sydney, bahkan florida dimana semuanya mengijinkan saya untuk bekerja secara remote walaupun sebagai karyawan, sehingga kerja remote bukanlah hal baru lagi bagi saya. Flexible Working Hours adalah hal yang benar-benar baru dan menyenangkan yang saya rasakan ketika memulai fulltime freelancer. Privilege Seperti ditulis diatas, Flexible Working Hours adalah kebebasan untuk memilih…

Selengkapnya

Samarinda Food Delivery Services

Pada waktu acara Telkomsel nextdev kemarin, temen saya sempat bertanya, “nyari dimana nih makanan yang asik disini dan tetep cocok ama lidah orang jakarta?” saya lupa promosiin beberapa delivery services yang ada di samarinda, seandainya beliau tahu, ada banyak layanan antar makanan di Samarinda ini. Efek gojek di Jakarta sana akhirnya sampai juga di ibukota Kalimantan Timur ini, sama seperti di ibukota sana yang bermunculan xxx-jek lain setelah kehadiran gojek, disini pun kurang lebih sama. Beberapa menawarkan layanan yang sama seperti gojek, mengantar segala macam tumpangan, tapi ada juga yang memilih fokus pada layanan tertentu seperti mengantar makanan saja. Samarinda punya beberapa layanan food delivery services yang bisa bikin kamu gak perlu bingung cari makan, berikut ini adalah beberapa…

Selengkapnya

Tips untuk freelancers

Seperti yang sudah diketahui, saya bekerja secara freelance dengan berbagai macam clients, baik secara individu, agensi, ataupun institusi secara serius sejak maret 2016 lalu. Sebenarnya jauh sebelum-sebelumnya sejak awal mengenal dunia web development di tahun 2010-an saya sudah memulai freelancing, tapi hanya sekedar sambilan, mengisi waktu, side project intinya gak pernah sampai serius. Ternyata memang sangat berbeda rasanya ketika freelancing sebagai side project atau malah kerja tambahan dengan freelancing sebagai pekerjaan utama. Sebelumnya saya juga pernah menulis tentang pengalaman saya 6 bulan awal saya freelancing, ada banyak pelajaran yang saya dapatkan. Tapi seperti kata para freelancers yang sudah pro, 1-2 tahun di awal freelance itu memang masih masa gonjang-ganjing, semua nya masih proses sampai ntar 3 tahun, baru agak stabil. Stabil…

Selengkapnya

Downgrade Mac OS

Sejak beberapa waktu lalu saya pengen banget melakukan reinstall MacBook saya, karena ya mulai terasa lambat dan mulai penuh dengan junk files. Sayangnya saya gak punya installer untuk el Capitan, versi yang lagi saya pakai, yang ada hanya installer Yosemite. Ada sih temen yang punya installer Sierra, versi terbaru tapi atas berbagai macam pertimbangan saya putuskan untuk downgrade saja lah. Salah satu alasan utama adalah saya sadar diri aja, MacBook saya sudah tua (2011) jadi gak bakal dapat banyak fitur baru dari Sierra. Instalasi mah karena sudah berupa USB Installer jadi seperti installasi pada OS lainnya, tinggal next next aja. Setelah installasi selesai, berikutnya adalah install aplikasi yang dibutuhkan. Nah,…

Selengkapnya

Seputar Telkomsel Nextdev

Beberapa hari lalu telkomsel mengadakan event tahunan telkomsel next Dev, event yang termasuk keren, karena jarang banget event seperti ini ada di ibukota Kalimantan Timur ini. Kebetulan salah satu speaker adalah rekan kerja saya, dan beliau juga memutuskan untuk stay beberapa hari di sini. Jadi selama 3 hari kemarin, kita banyak ngobrol dan diskusi berbagai macam hal, kita jadi banyak ngobrol tentang kehidupan startup dan pekerja kreatif. Ada banyak hal yang kita bicarakan mulai dari dapur startup sampai dapur pribadi :D.

Selengkapnya

6 bulan full-time freelancing, ini yang saya rasakan

Melanjutkan post saya sebelumnya, tanggal 1 maret 2016 kemarin saya mulai full time freelancing. Sebenarnya statusnya sih masih belum full, karena masih sebagai karyawan tapi memang sudah masa-masa resign, sampai 10 hari kemudian beneran resign. Sebelum-sebelumnya saya juga sudah mulai freelancing, tapi lebih sekedar side-job, dan setelah kemarin resign, saya memutuskan gak nyari kerjaan resmi dulu, mau merasakan kehidupan full-time freelancer. Dalam 6 bulan ini, ada banyak hal dan kejadian yang baru kerasa dan terjadi setelah merasakan langsung full-time freelancing, Beberapa menarik dan positif, namun tentunya gak semua hal bisa nyaman sesuai maunya kita. Baca juga: Tentang Kerja Remote Review Buku: Stop Thinking Like a Freelancer Tentang low budget project Flexible Working Hours…

Selengkapnya

Full-time freelancers

6 bulan lalu saya bergabung dengan sebuah perusahaan lokal dengan klien dari beberapa negara tetangga, mostly australia dan juga dari negara paman sam, ada beberapa hal yang saya suka seperti how they paid me well, and disclipined work hours. Ini penting karena kalau kamu baca pengalaman saya sebelumnya, disiplin jam kerja itu susah, apalagi untuk pekerja remote yang notabene rumah sudah jadi layaknya kantor. Sering kali bisa lupa waktu “pulang”. Sebenarnya sejak minggu pertama kerja sudah terasa bahwa saya gak akan betah lama, karena ada banyak hal yang berbeda yang saya pikir hal yang wajar, proses move on selalu tidak mudah. Tapi makin kesini semakin banyak hal yang membuat saya merasa…

Selengkapnya

Tentang Kerja Remote

Sebentar lagi tahun 2015 berakhir, dan memasuki januari tahun 2016 berarti saya akan memasukin tahun ke-3 saya sebagai remote worker atau pekerja remote. Awalnya saya belum mengenal kerja remote dan saya masih bekerja onsite di Bandung, iseng aja nanya ke atasan saya “saya boleh kerja dari tempat saya saja di Samarinda?” karena waktu itu saya berpikir, as programmer saya bisa kok mengerjakan dan mengirim source code dan kerja online gak mesti di kantor. Atasan ternyata memberikan ijin namun dengan syarat, mesti 1 tahun dulu onsite dan sudah berkeluarga, dan kebetulan saat itu memang ada rencana untuk berkeluarga di 1 tahun berikutnya, dan akhirnya saya pun memulai sistem kerja yang ternyata…

Selengkapnya